Prosedur dan Etika Dalam Rapat

Monday, October 6, 2014
Istilah prosedur rapar dan kaitannya dengan pertemuan atau rapat maksudnya ialah pada saat menyelenggarakan rapat, maka pihak penyelenggara harus melakukan kegiatan dengan mengikuti cara atau tahap kegiatan yang tepat dan baik sesuai ketentuan umum yang berlaku dalam rapat.
Adapun prosedur pertemuan atau rapat secara umum, yaitu sebagai berikut :
  • Panitia penyelenggara melakukan prapersiapan seperti menentukan masalah, tujuan, dan maksud rapat, pemimpin dan peserta rapat, mengirimkan notula rapat sebelumnya.
  • Panitia penyelenggara melakukan persiapan seperti menentukan acara rapat dan menyusunnya, menata ruang rapat, menyiapkan peralatan perangkat lunak dan keras, peralatan menulis, menyusulkan bahan rapat yang belum sempat dikirim, menyusun konvokasi atau undangan rapat, menempatkan peserta sesuai dengan fungsi dan kedudukannya.
  • Panitia penyelenggara dan peserta rapat turut terlibat dalam pelaksanaan rapat. Seluruhnya peserta rapat mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Maksudnya seluruh peserta rapat mempunyai hak untuk berbicara dan mempunyai kewajiban untuk menyumbangkan hasil pemikiran.
  • Seorang notulis bila rapat telah selesai harus mampu mencatat jalannya acara rapat. Hal yang dicatat ialah inti-inti pembicaraan selama berlangsungnya acara rapat.
  • Bila rapat telah berakhir maka pihak penyelenggara harus mempunyai notula rapat yang ditulis oleh notulis atau sekretaris. Notula rapat atau hasil naskah rapat biasanya harus diperbanyak atau digandakan dan dikirimkan atau didistribusikan kepada peserta rapat, baik yang hadir maupun yang tidak hadir pada waktu rapat, atau dikirim kepada pihak luar/ekstern.
Jadi, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa prosedur rapat atau pertemuan terdiri atas empat unsur, yaitu :
  1. Prapersiapan,
  2. Persiapan,
  3. Pelaksanaan,
  4. Penggandaan dan pendistribusian.
Selain keempat unsur tersebut diatas terdapat hal lain yang mempengaruhi prosedur rapat, yaitu jenis rapat dan tujuan rapat. Jika tujuan dari komunikasi ialah tercapainya suatu keputusan atau adanya pemecahan masalah, maka saluran yang dipergunakan ialah media lisan, kearah peserta yang sedikit atau rapat kecil. Sedangkan penyajian/presentasi formal dengan jumlah peserta rapat yang besar seperti konvensi penjualan, rapat pemegang saham, presentasi untuk analis keamanan, dan fungsi-fungsi upacara, pada umumnya diadakan di auditorium. Untuk memperbesar objek dalam presentasi ini seringkali digunakan alat bantu audiovisual seperti film, audio rekaman, dan slide show.

Etika Rapat Dan Gaya Komunikasi.
Salah satu etika yang harus dipahami dan diterapkan adalah etika rapat. Ketika akan melaksanakan pertemuan ( bisnis atau rapat ) maka perhatikanlah prosedur dan etika rapat. Yang dimaksud dengan etika rapat adalah norma, nilai, kaidah, atau ukuran tingkah laku yang baik ketika melakukan rapat.
Gaya komunikasi sebenarnya merupakan bagian dari etika rapat. Pada saat pertemuan setiap orang yang berbicara mempunyai kebiasaan dan gaya tersendiri atau mempunyai gaya komunikasi yang berlainan.

Komunikasi yang efektif dapat berlangsung apabila memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan tersebut, antara lain sebagai berikut :
  1. Persepsi.
  2. Ketepatan.
  3. Kredibilitas.
  4. Pengerndalian.
  5. Kecocokan/keserasian.
Beberapa persyaratan agar komunikasi berjalan efektif seperti diuraikan diatas harus diterapkan dalam gaya komunikasi. Gaya komunikasi seseorang sangat menentukan keberhasilan suatu komunikasi. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam gaya komunikasi, antara lain :
  1. Pesyaratan komunikasi yang efektif.
  2. Bahasa isyarat ialah gerakan badan/tubuh atau ekspresi wajah.
  3. Bahasa yang digunakan jelas, singkat, tepat dan santun, serta dapat dipahami dengan mudah oleh orang lain.
  4. Budi pekerti, watak, dan etika turut mempengaruhi gaya komunikasi seseorang.
  5. Gaya bahasa yang digunakan menentukan gaya komunikasi.
Selain kelima unsur tersebut diatas, dalam gaya komunikasi terdapat hal-hal lain yang dapat menarik dalam mempengaruhi pembicaraan. Hal-hal menarik yang dapat mempengaruhi pembicaraan antara lain :
  1. Pakaian.
  2. Pandangan mata.
  3. Mimik wajah.
  4. Sikap badan.
  5. Suara.
  6. Tulisan.
Teknik Membuka Dan Menutup Rapat

Teknik membuka rapat
Teknik membuka rapat, yaitu sebagai berikut :
  1. Kalimat pembuka harus menarik atau memikat.
  2. Kalimat pembuka berisi kalimat yang membangkitkan motivasi para pendengar secara cermat.
  3. Kalimat pembuka berisi uraian secara umum tentang materi/topik yang akan dibahas.
  4. Berikan penegasan atau penekanan pada tujuan dari pembicaran.
  5. Gunakan kalimat yang singkat, jelas, tetapi langsung menarik perhatian para pendengar.
  6. Pada awal pembicaraan dapat dipakai beberapa teknik, seperti :
  • Penggunaan data.
  • Anekdot.
  • Membuat pertanyaan.
  • Mengungkapkan sesuatu yang unik dan istimewa.
  • Pribahasa, kata bijak, dan kutipan dari kitab suci.
Teknik menutup rapat
Teknik menutup rapat, yaitu sebagai berikut :
1. Menyusun ringkasan atau kesimpulan.
2. Kalimat penutup.

Macam - Macam Dan Tujuan Rapat

Beberapa macam-macam rapat dilihat dari segi peninjauannya:
1. Menurut tujuannya,yaitu:
  • Rapat penjelasan; ialah rapat yang bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada para anggota, tentang kebijaksanaan yang diambil oleh pimpinan organisasi, tentang prosedur kerja dana tata cara kerja baru, untuk mendapatkan keseragaman kerja.
  • Rapat pemecahan masalah bertujuan untuk mencari pemecahan tentang suatu masalah yang dihadapi. Suatu masalah dikatakan sebagai problem solving apabila masalah itu pemecahannya berhubungan dengan masalah-masalah lain, saling mengait.
  • Rapat perundingan, yaitu rapat yang bertujuan menghindari timbulnya suatu perselisihan, mencari jalan tengah agar tidak saling merugikan keduabelah pihak.
2. Menurut sifatnya, rapat dibedakan menjadi:
  • Rapat formal; rapat ang diadakan dengan suatu perencanaan terlebih dahulu, menurut ketentuan yang berlaku, dan pesertanya secara resmi mendapat undangan.
  • Rapat informal; rapat yang diadakan tidak didasarkan suatu perencanaan formal. Dapat terjadi setiap saat, kapan saja, dimana saja dengan siapa saja.
3. Menurut jangka waktunya, dapat dibedakan menjadi:
  • Rapat mingguan; yaitu rapat yang diadakan sekali seminggu, yang membahas maslah-masalah yang bersifat rutin yang dihadapi oleh masing-masing manajer.
  • Rapat bulanan, rapat yang diadakan sebulan sekali, setiap terjadi pada bulan lalu. Misalnya, membahas rugi bulan yang lalu.
  • Rapat tahunan, yaitu rapat yang diadakan sekali setahun. Misalnya, rapat Dewan Komisaris.
4. Menurut frekuensinya, rapat terdiri atas:
  • Rapat rutin, rapat yang sudah ditentukan waktunya, mingguan, bulanan, tahunan.
  • Rapat isidental, yaitu rapat yang tidak berdasarkan jadwal, tergantung masalah yang dihadapi itu merupakan masalah yang sangat urgen yang perlu dipecahkan bersama.
Tujuan Rapat
Beberapa tujuan diadakannya rapat, yaitu :
  1. Untuk memecahkan atau mencari jalan keluar suatu masalah.
  2. Untuk menyampaikan informasi, perintah, pernyataan.
  3. Sebagai alat koordinasi antar intern atau antar ekstern.
  4. Agar peserta rapat dapat ikut berpartisipasi kepada masalah-masalah yang sedang terjadi.
  5. Mempersiapkan suatu acara atau kegiatan.
  6. Menampung semua permasalahan dari arus bawah ( para peserta rapat ).
  7. Dan lain-lain.
Agar tujuan rapat dapat dicapai, analisis ( pelajari ) terlebih dahulu bagaimana tingkat ketercapaian dari tujuan tersebut.

Jenis-Jenis Rapat Dan Syarat-Syaratnya
Orang-orang sering menggunakan kata rapat dalam keseharian. Baik ketika situasi formal maupun tidak formal. Dalam setiap kegiatan rapat tentu mempunyai tujuan rapat dan jenis rapat yang berbeda.

Rapat terdiri atas beberapa jenis, tergantung cara pandangnya atau segi peninjauannya.
  • Berdasarkan tujuan.
  1. Rapat Penjelasan.
  2. Rapat Pemecahan Masalah.
  3. Rapat Perundingan.
  • Berdasarkan sifat.
  1. Rapat formal.
  2. Rapat informal.
  3. Rapat terbuka.
  4. Rapat tertutup.
  • Berdasarkan jangka waktu.
  1. Rapat mingguan.
  2. Rapat bulanan.
  3. Rapat semester.
  4. Rapat tahunan.
  • Berdasarkan frekuensi.
  1. Rapat rutin.
  2. Rapat insidental.
  • Berdasarkan nama.
  1. Rapat kerja.
  2. Rapat dinas.
  3. Musyawarah kerja.
Rapat Resmi
Rapat Resmi yaitu rapat yang diselenggarakan untuk membahas masalah yang sangat penting. Peserta rapat sebelumnya mendapat pemberitahuan terlebih dulu melalui surat undangan. Dalam rapat resmi berlaku peraturan protokol yang membantu kelancaran rapat. Apabila terdapat perbedaan pendapat diantara anggota, peraturannya adalah pendapat mayoritas menjadi keputusan, akan tetapi hak-hak minoritas dilindungi dengan pembatasan pembahasan pada pokok-pokok, dan lebih penting adalah memberikan jaminan bahwa semua peserta diperlakukan dengan sebaik-baiknya.

Rapat tidak resmi
Rapat tidak resmi yaitu rapat yang diselenggarakan oleh pimpinan dengan stafnya serta diadakan di ruang kantor pimpinan atau ruang rapat untuk membahas masalah yang mendesak atau terjadi tiba-tiba. Pada rapat ini biasanya terjadi diskusi dan tukar pendapat atau informasi untuk mengakrabkan pimpinan dengan stafnya. Dalam hal ini sekretaris hanya membuat ringkasan-ringkasan sederhana hasil rapat yang menjadi kesimpulan.

Syarat-Syarat Rapat
Rapat dapat dikatakan berlangsung dengan baik dan berhasil, apabila tujuan rapat yang telah ditentukan tercapai. Untuk dapat mencapai tujuan rapat, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan pihak panitia penyelenggara rapat. Bagaimanakah syarat-syarat rapat yang baik?
Suatu pertemuan dapat disebut sebagai sebuah rapat apabila memenuhi kriteria berikut, yaitu:
  • Membicarakan suatu masalah yang berkaitandengan tujuan organisasi, perusahaan, instansi, pemerintah, dan lain-lain, yang harus dirundingkan/didiskusikan secara bermusyawarah.
  • Pada saat rapat seluruh peserta harus berperan aktif.
  • Setiap pembicaraan ketika rapat berlangsung harus bersifat terbuka ( tidak ada yang disembunyikan serta prasangka ).
  • Adanya unsur-unsur rapat seperti pimpinan, notulen, moderator, peserta rapat, masalah yang dibahas.
  • Untuk mencapai tujuan rapat agar rapat berhasil, setiap peserta rapat harus mengetahui syarat-syarat rapat yang baik. 
Syarat-syarat rapat yang baik, antara lain : a)Persiapan rapat.
  1. Persiapan rapat harus dirancang dan dilaksanakan oleh panitia penyelenggara rapat. Secara garis besar persiapan yang harus dilaksanakan, yaitu :
  2. Penentuan tujuan rapat dan acara rapat.
  3. Penentuan waktu, tanggal, hari, tahun.
  4. Penentuan tempat.
  5. Akomodasi.
  6. Konsumsi.
  7. Media/peralatan.
b) Pelaksanaan rapat.
  1. Suasana rapat berlangsung terbuka.
  2. Para peserta rapat berpartisipasi aktif.
  3. Adanya kendali dari ketua rapat
  4. Hindarkan debat kusir.
  5. Bahasa harus komunikatif.
  6. Hindarkan monopoli ketika berbicara.
  7. Terdapat keputusan dan kesimpulan rapat.
  8. Adanya notulen. Acara rapat.
  9. Media rapat.
  10. Waktu.
Unsur-Unsur Rapat
Rapat yang termasuk salah satu jenis diskusi terdiri atas beberapa unsur, diantaranya :
  1. Tujuan rapat.
  2. Masalah yang dirapatkan.
  3. Pemimpin rapat.
  4. Peserta rapat.
  5. Media rapat.
  6. Notulis atau sekretaris.
Tata Tertib Rapat
Agar rapat bisa mencapai maksud dan tujuannya, hendaknya rapat harus dikelola dengan baik dan harus mengetahui tata tertib rapat yang memenuhi kriteria sbb:
Tepat waktu dalam memulai rapat.
  1. Agenda rapat dirumuskan atau disusun dengan baik sehingga peserta rapat dapat mengetahui susunan acara rapat.
  2. Setiap peserta saling menghargai pendapat yang dikemukakan peserta lain.
  3. Adanya partisipasi dari peserta rapat.
  4. Bersifat terbuka, artinya bersedia menerima kritik dan saran dari peserta lain tanpa emosi. Dengan tidak melihat siapa yang berbicara, tapi setiap peserta mau mendengar pendapat orang lain.
  5. Tidak ada peserta yang terlalu dominan selama pertemuan.
  6. Perdebatan bisa terjadi tanpa harus menjatuhkan peserta lain atau emosi, namun saling melemparkan argumen yang kuat tanpa menindas yang lainnya.
  7. Setiap argumen atau pertanyaan yang diajukan disampaikan secara singkat, jelas dan lugas.
  8. Pemimpin rapat dapat membimbing acara sampai pada akhir rapat walaupun terjadi perdebatan atau pro-kontra pendapat. Jadi pemimpin rapat harus dapat mengendalikan rapat sehingga masalah dapat dipecahkan untuk mengambil kesimpulan.
  9. Selalu ada kesimpulan yang diambil berdasarkan argumen-argumen yang disetujui bersama.
  10. Agar rapat dapat berhasil dengan baik, terlebih dahulu harus dibuat susunan acara rapat yang merupakan urut-urutan jalannya rapat, mulai dari pembukaan rapat sampai dengan rapat ditutup yaitu :
  • Pembukaan
  • Pembacaan susunan acara rapat
  • Pembahasan materi rapat
  • Lain-lain
  • Penutup
Susunan acara rapat dibacakan dan sebelum rapat dimulai dibagikan kepada seluruh peserta rapat, sehingga peserta rapat dapat mengetahui agenda rapat dan susunan acara rapat sehingga rapat dapat berjalan dengan tertib. Jadi tata tertib rapat merupakan suatu aturan rapat yang biasanya dibacakan atau dibagikan kepada peserta rapat sebelum rapat dimulai dengan tujuan agar rapat dapat berlangsung dengan tertib dan tidak membuang-buang waktu secara percuma, sehingga tidak akan mendengar lagi keluhan pegawai, ”Apa sih, gunanya rapat?”.
  • Berdasarkan Buku Kamus Bahasa Indonesia, Edisi Kedua terbitan Balai Pustaka, diuraikan bahwa yang dimaksud dengan rapat adalah pertemuan ( kumpulan ) untuk membicarakan sesuatu, sidang, majelis. Sedangkan diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai sesuatu masalah. 
  • Dalam buku Etika Komunikasi karangan Samsir Rambe, yang dimaksud dengan rapat ialah kumpulan beberapa otang atau organisasi yang akan membicarakan suatu masalah atau kepentingan bersama untuk memberikan penjelasan, memecahkan suatu persoalan dan sekaligus mengadakan perundingan demi memperoleh suatu hasil yang disepakati/disetujui bersama.
Berdasarkan beberapa pengertian tentang rapat tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan rapat ialah pertemuan atau kumpulan dalam suatu organisasi, perusahaan, instansi pemerintah baik dalam situasi formal maupun nonformaluntuk membicarakan, merundingkan, dan memutuskan suatu masalah berdasarkan hasil kesepakatan bersama.

Jadi, dalam setiap organisasi, perusahaan, instansi pemerintah pada saat tertentu sering mengadakan rapat. Rapat yang bersifat rutin ( berkala ), temporer ( sewaktu-waktu ). Rapat dapat berlangsung dalam situasi formal maksudnya rapat dilaksanakan dengan mengikuti prosedur rapat, syarat rapat, aturan rapat. Misal, rapat diselenggarakan di kantor dalam keadaan resmi. Sedangkan rapat yang bersifat non formal, misalnya penyelenggaraan rapat dilaksanakan di tempat-tempat yang santai ( sambil hiburan ) seperti di tempat rekreasi, rumah makan, dan lain-lain. Hal yang dibahas dalam rapat tentunya segala sesuatu yang berkaitan dengan suatu kegiatan baik bisnis maupun bukan bisnis. Dalam rapat harus terjalin komunikasi yang harmonis, efektif, dan komunikatif, sehingga tercapai suatu keputusan hasil kesepakatan bersama. Rapat dapat dikatakan berhasil apabila tujuan rapat ( yang telah ditentukan ) tercapai

Pengertian Rapat

Rapat (conference atau meeting) merupakan alat/media komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka dan sangat penting, diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah untuk mendapatkan mufakat melalui musyawarah untuk pengambilan keputusan. Jadi rapat merupakan bentuk komunikasi yang dihadiri oleh beberapa orang untuk membicarakan dan memecahkan permasalahan tertentu, dimana melalui rapat berbagai permasalahan dapat dipecahkan dan berbagai kebijaksanaan organisasi dapat dirumuskan.
Walaupun rapat merupakan aktivitas yang sangat penting, namun sering kita temukan beberapa permasalahan dalam rapat, dimana kita sering mendengar adanya keluhan dari pengawai,”Apa sih, gunanya rapat?”. Artinya adanya keterpaksaan anggota organisasi untuk mengikuti rapat karena rapat dianggap tidak perlu, membuang-buang waktu. Hal ini terjadi karena pengelolaan rapat yang kurang tepat antara lain:
Para anggota organisasi terlalu sering diminta mengikuti rapat tanpa dipertimbangkan, siapa yang sebenarnya dan seharusnya terlibat dalam rapat.
Rapat hanya dijadikan alat pembenaran ide atau kehendak pimpinan.
Hasil rapat tidak pernah ditindak-lanjuti atau hanya berhenti pada tataran ide saja, tanpa pernah diusahakan untuk direalisasikan.
Dalam suatu perusahaan ataupun organisasi tidak dapat dihindari pasti selalu terjadi konflik internal maupun eksternal. Salah satu komunikasi yang efektif antar kelompok atau individu didalam perusahaan adalah dengan rapat.
Berikut di sajikan beberapa pengertian mengenai rapat menurut beberapa ahli:
Menurut Nunung dan ratu Evi (2001:129) rapat merupakan suatu alat komunikasi antara pimpinan kantor dengan stafnya.

Kemudian Wursanto (1987:136) memberikan beberapa pendangan pengertian yang kemudian bisa disimpulkan oleh penulis:
  • Rapat, merupakan suatu bentuk media komunikasi kelompok yang bersifat tataop muka yang sering diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah.
  • Rapat, merupakan alat untuk mendapatkan mufakat, melalui musyawarah kelompok.
  • Rapat juga merupakan media pengambilan keputusan secara musyawarahn untuk mufakat.
  • Juga dapat dikatakan, bahwa rapat, adalah komunikasi kelompok secara resmi.
  • Rapat, adalah pertemuan antara para anggota di lingkungan kantor/organisasi sendiri untuk membicarakan, merundingkan suatu masalah yang menyangkut kepentingan bersama.
  • Secara singkat dapat dikatakan pula, bahwa rapat, adalah pertemuan para anggota organisasi/para pegawai untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan organisasi.

Inisiasi 6 Menyelenggarakan Rapat Bisnis

Pada dasarnya, rapat merupakan kegiatan komunikasi. Rapat merupakan salah satu bentuk komunikasi kelompok. Mempelajari rapat dalam konteks komunikasi kelompok dalam komunikasi bisnis, sebagai salah satu bentuk komunikasi, tentu saja, rapat dilakukan dengan tujuan dan melahirkan efek tertentu khususnya yang berkenaan dengan kinerja organisasi bisnis dan arus informasi yang berjalan pada satu organisasi bisnis.

berikut menunjukkan bagaimana hubungan antara rapat dan kepuasan kerja. Gambar tersebut menunjukkan bahwa bila kepuasaan kerja rendah namun jumlah rapat tinggi, maka yang akan dihasilkan adalah kualitas kerja yang rendah. Namun bila kepuasan kerja tinggi dan rapat jumlahnya tinggi juga maka kualitas kerja yang dihasilkan pun akan tinggi. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran rapat bagi satu organisasi bisnis.
 

Gambar : Frekuensi Rapat dan Kepuasan Kerja
Sumber: AMI Consortium

Setelah kita mengetahui makna dan arti penting rapat bagi kegiatan bisnis, maka pertanyaan yang segera muncul adalah, istilah rapat memang sudah sering kita dengar tapi apakah sebenarnya arti atau pengertian rapat? Kita bisa mengikuti penjelasan yang disampaikan Curtin, Floyd, dan Winsor (2000:186) yang menyatakan bahwa rapat merupakan sumber berbagai gagasan dan keputusan yang bermanfaat. Bila mengacu pada apa yang diuraikan ini maka rapat pada dasarnya merupakan pertemuan berbagai orang untuk menemukan gagasan atau mengambil keputusan.

Tapi rupanya, arti rapat lebih dari sekedar itu. Dengan mengutip Davis, Curtin, Floyd, dan Winsor (2000:186) menyatakan bahwa rapat sangat efektif untuk memperoleh partisipasi dan sambutan yang aktif. Rapat juga dapat menjadi sebuah sarana untuk memperoleh informasi di atas meja dan menghasilkan umpan-balik yang berguna. Rapat memungkinkan orang-orang memberikan kontribusi secara pribadi dan membantu menghasilkan perasaan persahabatan yang mungkin tak ternilai harganya dalam pelaksanaan proyek atau produk baru.

Lebih jauh lagi, Curtin, Floyd, dan Winsor (2000:186) menyebutkan adanya tiga faktor yang membuat rapat menjadi sangat penting dalam dunia bisnis kontemporer, yaitu:
  • kebutuhan beradaptasi untuk mempercepat perubahan dalam lingkungan bisnis
  • kebutuhan koordinasi yang lebih besar dari unit-unit bisnis dan pemerintah yang semakin saling bergantung
  • pergerakan ke arah manajemen partisipatif, khususnya dalam pergerakan lingkaran kualitas yang lias.
Sedangkan jenis dan tujuan rapat, digambarkan Curtin, Floyd, dan Winsor (2000:190) melalui tabel seperti berikut ini:


Dengan demikian, kita bisa melihat berbagai maksud penyelenggaraan rapat. Dalam tabel di atas, antara maksud dan tujuan dibedakan. Maksud lebih berkenaan dengan “niatan” penyelenggaraan rapat, atau bisa dikatakan dengan pertanyaan “mengapa rapat dilakukan?”. Sedangkan tujuan lebih berkaitan dengan hasil atau keluaran dari satu rapat atau bisa dinyatakan dengan pertanyaan, “apa yang ingin dicapai?”. Antara maksud dan tujuan ini jelas saling terkait sehingga antara maksud dan tujuan merupakan satu kesatuan.

Sekarang, kita membahas secara lebih rinci langkah-langkah penyelenggaraan rapat seperti berikut ini:
  • Perencanaan dan logistik rapat, yang pada tahap ini, kita melakukan hal-hal seperti berikut:
  • Bertanya pada kita sendiri: apakah rapat ini memang kita perlukan dan apa yang harus ada dan kita lakukan untuk mencapai maksud dan tujuan rapat?
  • Menentukan siapa yang seharusnya hadir dalam rapat tersebut
  • Memastikan orang yang harus hadir dalam rapat bisa datang dan berpartisipasi dalam rapat
  • Menyusun agenda dan menangani pendokumentasiannya.
  • Mempersiapkan bahan dan perlengkapan yang diperlukan dalam penyelenggaraan rapat, seperti materi presentasi, ruang untuk rapat, perlengkapan presentasi dan ―biasanya― konsumsi rapat.
Mengkaji-ulang dan perencanaan rapat, yang pada dasarnya merupakan penjabaran dari maksud dan tujuan rapat. Pada tahap ini, kita memiliki 3 jenjang perencanaan, yaitu:
  • Perencanaan strategis yang lebih menekankan pada apa yang akan kita peroleh dari satu rapat dan skenario seperti apa yang hendak kita jalankan dalam penyelenggaraan rapat tersebut.
  • Perencanaan operasional yang merupakan penjabaran dari rencana strategis. Di sini kita membahas secara lebih detil misalnya skenario besar yang dibuat pada perencanaan strategis kemudian diturunkan pada perencanaan yang lebih operasional.
  • Perencanaan fungsional yang berarti kita melakukan pembagian sumberdaya manusia yang ada untuk menjalankan fungsi-fungsi dalam penyelenggaraan rapat seperti siapa yang bertanggung jawab atas materi rapat, penyebaran undangan dan orang yang mencatat keselutuhan proses dan hasil rapat.
  • Setelah semua rencana tersebut disusun dengan baik, kita perlu melakukan peninjauan-ulang untuk memastikan bahwa rencana kita memang bisa dijalankan dengan baik.
Penetapan model rapat, yang pada dasarnya sudah kita susun pada pembuatan skenario rapat pada tahap perencanaan operasional. Tentu saja di sini yang kita perlukan adalah penyelenggaraan rapat yang produktif, sehingga pada penetapan model rapat ini kita memperhatikan:
  • Model rapat apa pun pada dasarnya tidak terlalu banyak memperhatikan berapa banyak orang yang hadir dalam rapat, namun lebih pada apa yang akan dihasilkan oleh rapat. Oleh sebab itu, kita jangan terlalu memperhatikan jumlah peserta rapat dalam menetapkan model rapat yang kita selenggarakan.
  • Seringkali kita lebih asyik membahas berapa lama waktu untuk rapat. Padahal dalam perencanaan dan penyelenggaraan rapat, yang hendaknya lebih kita perhatikan bukanlah berapa lama kita rapat melainkan sebenarap baik kita memanfaatkan waktu rapat.
  • Form atau bentuk rapat seperti apa yang hendak kita selenggarakan, apakah rapat formal yang biasanya menghasilkan keputusan yang mengikat atau rapat informal yang biasanya dilakukan untuk mencairkan suasana atau sekedar membuka katup-katup komunikasi yang mampet.
  • Prosedur rapat seperti apa yang hendak kita pilih, misalnya untuk pengambilan keputusan apakah dilakukan secara musyawarah atau pemungutan suara. Bila dilakukan pemungutan suara, bagaimana mekanisme pelaksanaannya. Bila dilakukan musyawarah siapa yang akan memimpin dan bagaimana proses berjalannya musyawarah itu.
  • Keluaran rapat seperti apa yang kita inginkan akan mempengaruhi modal penyelenggaraan rapat. Untuk rapat formal pengambilan keputusan tentu akan berbeda modelnya dengan rapat informal untuk memecahkan kebuntuan di kalangan anggota satu tim.
  • Langkah tindak lanjut,yang penting kita perhatikan karena sering terjadi rapat terselenggara dengan keputusan yang hanya menjadi catatan. Tidak ada langkah lebih lanjut yang justru sangat penting.
Pengumpulan fakta dan informasi, yang juga bisa kita lakukan dalam penyelenggaraan rapat sesuai dengan maksud dan tujuan rapat. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengumpulkan fakta dan informasi tersebut, yaitu:
  • Pemutakhiran data yang tersedia secara berkala yang selanjutnya dapat dijadikan bahan rapat atau menyelenggarakan rapat untuk memperoleh data paling mutakhir tentang sesuatu seperti data pemasaran.
  • Kelompok diskusi terfokus
  • Urun-rembug Dialog
  • Konsultasi
  • Analisis kesenjangan dan kebutuhan
  • Analisis isu
Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, yang dilakukan dengan menetapkan langkah-langkah sebagai berikut:
  • Temu-kenal masalah dan merumuskan masalah
  • Pendekatan poemecahan masalah: berpikir linear-rasional atau lateral-kreatif yang akan kita pakai
  • Gaya untuk pengambilan keputusan. musyawarah atau pemungutan suara

Hal lain yang perlu kita perhatikan manakala menyelenggarakan rapat bisnis adalah apa yang dinamakan sebagai sense of meeting. Apa yang dimaksud dengan sense of meeting? Pada dasarnya, yang dimaksud dengan istilah ini adalah kondisi di mana peserta rapat merasakan pentingnya pertemuan yang diselenggarakan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan setelah rapat selesai diselenggarakan. Oleh sebab itu, dengan sense of meeting ini, semua peserta rapat akan berupaya terlibat dalam pertemuan itu, berdialog, berdiskusi dan bertukar informasi untuk mencapai tujuan penyelenggaraan rapat.

Bila dalam satu rapat, ada orang yang secara fisik hadir di ruang pertemuan namun pikirannya melayang ke mana-mana bahkan tidak juga berbicara sesungguhnya lebih banyak diam sambil terkantuk-kantuk, maka orang tersebut sebenarnya tak memiliki sense of meeting. Orang tersebut tidak merasakan pentingnya dan betapa bernilainya rapat bagi satu organisasi. Orang tersebut lebih memandang rapat sebagai pertemuan rutin yang tak bermakna apa-apa.

Padahal, rapat lebih dari sekedar pertemuan biasa. Rapat lebih merupakan kegiatan yang menjadi sarana untuk pertukaran data dan informasi, tempat mendialogkan gagasan dan konsep, dan tempat bagi pertukaran pikiran melalui diskusi yang produktif. Organisasi mana pun tentu akan membutuhkan gagasan baru yang segar dan kreatif serta pertukaran informasi yang penting. Bahkan lebih dari itu, rapat pun, sebagai kegiatan komunikasi, tentu menjalankan fungsi pendidikan juga. Melalui rapat, orang saling belajar tentang cara menyelesaikan masalah atau kultur yang berkembang pada satu organisasi.

Mengingat rapat merupakan sarana pendidikan dalam satu organisasi, maka rapat pun menjadi sarana penting dalam upaya melakukan perubahan organisasi. Kita tentu mengenal istilah learning organisation. Istilah ini menunjuk pada keadaan satu organisasi yang melakukan perubahan tidak hanya dengan mengubah dan memperbaharui atau menyesuaikan kebijakan, sistem dan sumberdaya manusia yang dijalankan satu organisasi. Melainkan, secara keseluruhan organisasi tersebut belajar. Semua orang yang ada dalam organisasi tersebut belajar sehingga mendorong terjadinya perubahan organisasi sebagai respon terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungan internal dan lingkungan eksternal satu organisasi.

Oleh karena itu, rapat menjadi salah satu sarana komunikasi yang penting untuk mengembangkan learning organisation itu. Bisa dikatakan, rapat merupakan salah satu bentuk implementasi konsep learning organisation itu, bila saja rapat tersebut diikuti oleh mereka yang memiliki sense of meeting dan menyadari bahwa rapat merupakan sarana untuk saling membelajarkan satu sama lain. Kita sudah membahas makna rapat yang bermaksud sebagai kegiatan pendidikan itu pada tabel tentang jenis dan tujuan rapat tadi.

Untuk lebih jaelas lagi tentang rapat ini ada pada modul 7 BMP Komunikasi bisnis.

Selamat Berdiskusi...

Sumber : http://student.ut.ac.id

Pengapuran Tulang

Saturday, October 4, 2014
Hampir semua orang pernah mengalami nyeri sendi. Masyarakat sering keliru menganggap semua nyeri sendi disebabkan oleh asam urat atau penyakit rematik. Kedua penyakit ini memang dapat menyebabkan nyeri sendi, tetapi sebenarnya jarang terjadi. Penyakit lain yang sering dianggap dapat mengakibatkan nyeri sendi adalah kolesterol dan osteoporosis. Anggapan tersebut keliru karena kolesterol dan osteoporosis tidak pernah menyebabkan nyeri sendi.

Penyebab utama nyeri sendi pada usia di atas 45 tahun, khususnya lutut dan pinggul, adalah pengapuran sendi. Pada usia di bawah 45 tahun, penyebab utama nyeri sendi adalah peradangan otot akibat aktivitas fisik yang berlebihan atau karena cidera olah raga.

Pengapuran sendi atau osteoartritis adalah suatu penyakit di mana tulang rawan sendi menipis. Tulang rawan berfungsi melapisi ujung tulang pembentuk sendi, sehingga sendi dapat bergerak bebas tanpa rasa nyeri.

Fungsi tulang rawan sendi dapat diibaratkan seperti fungsi ban yang melapisi velg kendaraan sehingga mobil dapat bergerak bebas tanpa hambatan. Sama seperti ban mobil yang akan menipis karena aus akibat bergesekan dengan jalan, demikian juga tulang rawan sendi akan aus dan menipis karena saling bergesekan setiap kali sendi bergerak.

Jika tulang rawan sendi rusak dan menipis, ujung tulang pembentuk sendi akan saling bertemu dan bergesekan langsung tanpa pelapis tulang rawan, sehingga menimbulkan nyeri sendi.

Penyebab
Penyebab penipisan tulang rawan pada pengapuran sendi tidak diketahui secara pasti dan dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Setiap orang akan mengalami pengapuran sendi dengan derajad yang berbeda-beda.

Selain sebagai bagian dari proses penuaan, pengapuran sendi dipandang sebagai akibat dari beberapa faktor resiko sebagai berikut:
  1. wanita berusia lebih dari 45 tahun; 
  2. kelebihan berat badan; 
  3. aktifitas fisik yang berlebihan, seperti para olah-ragawan dan pekerja kasar; 
  4. menderita kelemahan otot paha; atau 
  5. pernah mengalami patah tulang di sekitar sendi yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

Gejala-Gejala


Gejala pengapuran sendi stadium dini biasanya berupa nyeri dan kekakuan sendi setelah lama tidak bergerak, seperti setelah bangun tidur atau setelah duduk dalam waktu lama. Sendi lutut juga terasa sakit jika digunakan untuk berjalan, naik-turun tangga, atau berjongkok. Sering terdengar bunyi “krek-krek” pada saat sendi lutut digerakkan.

Pada stadium lanjut, selain rasa sakit yang semakin hebat, sendi lutut menjadi bengkok seperti huruf O atau huruf X.

Pada foto Rontgen, celah sendi lutut yang mengalami pengapuran sendi tampak lebih sempit dibanding celah sendi yang normal.

Derajad penyempitan celah sendi pada foto Rontgen inilah yang digunakan untuk menentukan berat ringannya (stadium) pengapuran sendi. Ada 4 stadium pengapuran sendi, yaitu stadium 1 dan 2 dikategorikan sebagai pengapuran sendi ringan, sedangkan stadium 3 dan 4 sebagai pengapuran sendi berat.

Pada stadium 1, celah sendi masih normal lebar, tetapi ada rasa nyeri pada sendi lutut. Celah sendi pada stadium 2 lebih sempit dibanding normal. Sementara pada stadium 3, celah sendi sangat sempit dan pada stadium 4, celah sendi menutup; keadaan ini disebabkan karena lapisan tulang rawan yang melapisi ujung tulang dan “mengisi” celah sendi telah hilang sama sekali.

Pengobatan.
Pengobatan tergantung pada stadium pengapuran sendi. Pengobatan untuk pengapuran sendi derajat ringan (yaitu stadium 1 dan 2) terdiri atas
  1. menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan, 
  2. latihan untuk menguatkan otot paha dan pinggul serta untuk menjaga kebugaran tubuh, seperti berenang dan naik sepeda, 
  3. obat anti-radang dan anti-nyeri, 
  4. suplemen yang mengandung glukosamin untuk menumbuhkan tulang rawan, serta 
  5. obat pelumas sendi yang mengandung asam hialuronat dan yang perlu disuntikkan ke dalam sendi. Orang awam sering menyebut obat yang terakhir tersebut sebagai penambah ”oli sendi”.
Suntikan obat pelumas sendi hanya bermanfaat untuk pengapuran sendi ringan (stadium 1 dan 2). Untuk pengapuran sendi berat (stadium 3 dan 4) obat tersebut tidak bermanfaat karena tulang rawan sendi pada umumnya tidak hanya menipis, tetapi telah hilang sama sekali sehingga tidak ada lagi tulang rawan yang tersisa untuk dilumasi lagi.

Cukup banyak pasien yang kecewa telah mendapat suntikan obat pelumas sendi, tetapi tidak sembuh. Banyak diantaranya mendapat suntikan 5 sampai 10 kali pada kedua lututnya, tetapi tetap terasa nyeri. Hal ini disebabkan karena mereka telah mengalami pengapuran sendi stadium 3 atau 4 sehingga obat pelumas sendi tidak bermanfaat.

Oleh karena itu, bentuk pengobatan non-operasi tersebut di atas biasanya hanya bermanfaat untuk pengapuran sendi ringan (stadium 1 dan 2) dan tidak memberikan hasil yang memuaskan untuk derajad yang berat. Untuk pengapuran sendi berat (yaitu, stadium 3 dan 4), pilihan pengobatan terbaik yang tersedia adalah operasi penggantian sendi.

Operasi Penggantian Sendi

Operasi penggantian sendi adalah operasi yang dilakukan untuk mengganti sendi yang telah rusak dengan sendi buatan yang disebut prostesis. Operasi penggantian sendi paling banyak dilakukan pada sendi lutu dan sendi pinggul karena kedua sendi tersebut paling sering mengalami kerusakan akibat pengapuran sendi.

Pencegahan Karena sebagai bagian dari proses penuaan, pengapuran sendi sebenarnya tidak dapat dicegah. Yang dapat dilakukan adalah mengurangi resiko timbulnya pengapuran sendi, dengan cara (1) menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan, (2) tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat, (3) segera memeriksakan diri jika menderita nyeri sendi.

Apa itu Pengeroposan Tulang?

Organisasi kesehatan dunia (WHO) mendefinisikan osteoporosis sebagai penyakit tulang keropos, karena pada sebagian besar penderita osteoporosis, massa tulangnya berkurang atau mengalami penyusutan. Hal ini terjadi karena persediaan kalsium didalam tulang berkurang sehingga menyebabkan tubuh mengambil kalsium dari tulang dan lama kelamaan tulang menjadi keropos, sehingga tulang menjadi tidak kuat menahan beban berat. Bahkan, benturan ringan sekalipun dapat menyebabkan patah tulang.

Penderita osteoporosis masih dapat melakukan aktivitas fisik, meski dengan beban yang terkontrol alias tidak terlalu berat. Mereka yang mengidap penyakit ini dapat melakukan senam khusus osteoporosis yang bertujuan untuk membiasakan tulang tubuh menahan beban dan penguatan otot.

Selain olahraga ringan, juga dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin yang cukup. Asupan vitamin yang diperlukan bagi penderita osteoporosis, antara lain vitamin D, C, B6, B12, dan folat. Sementara mineral yang dibutuhkan antara lain magnesium dan kalsium

Perbedaan antara pengapuran sendi (osteoartritis) dengan pengeroposan tulang (osteoporosis) :
  • Osteoporosis kelainannya terjadi pada tulang terutama tulang belakang dan panggul, sedangkan osteoartritis kelainannya terjadi pada persendian terutama persendian penyangga berat badan seperti lutut dan pergelangan kaki.
  • Penderita osteoporosis memerlukan asupan kalsium yang memadai, baik dengan susu berkalsium atau suplemen kalsium, sedangkan pada osteoartritis tidak ada hubungan langsung dengan kebutuhan kalsium, yang diperlukan adalah obat-obat untuk menghilangkan sakit dan vitamin-vitamin untuk sendi misalnya glukosamin.
  • Osteoporosis tidak menimbulkan rasa nyeri pada tulang kecuali sudah terjadi patah tulang, sedangkan penderita osteoartritis akan selalu merasakan nyeri pada sendi saat melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Untuk mengetahui derajat kekroposan tulang dapat dilakukan dengan pemeriksaan yang disebut densitometri tulang atau BMD sedangkan untuk pengapuran sendi dilakukan dengan pemeriksaan rontgen sendi.

Asam Urat, Penyebab, Gejala serta Pantangannya

Asam Urat sekarang ini telah menjadi sebuah penyakit yang sering kali di alami oleh orang-orang yang berusia 30 tahun keatas. Namun jangan dikira penyakit ini merupakan penyakit yang ringan lho, karena jika lagi meradang sungguh tidak dapat terbayangkan rasa sakit yang akan dirasakan para penderitanya. Nah, pada jumpa ini Pusat Informasi akan mencoba menjelaskan 4 hal seputar obat asam urat, penyebab, gejala serta pantangan penderita asam urat yang diharapkan dapat memberikan banyak manfaat kepada para penderita maupun anda yang ingin mencegahnya.


Berikut ini gejala asam urat:
  1. Sendi terasa nyeri, ngilu, linu, kesemutan dan bahkan sampai membengkak dan berwarna kemerahan (meradang)
  2. Biasanya pada persendian terasa nyeri saat pagi hari (baru bangun tidur) atau malam hari.
  3. Terasa nyeri pada sendi terjadi berulang-ulang kali.
  4. Yang diserang biasanya sendi jari kaki, jari tangan, dengkul, tumit, pergelangan tangan serta siku.
  5. Pada kejadian kasus yang parah, persendian terasa sangat sakit saat akan bergerak.

Untuk mengetahui lebih pasti, penderita harus segera melakukan pemeriksaan di laboratorium. Untuk kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 hingga 7 mg/dl dan pada wanita 2,6 – 6 mg/dl.

Sebagian besar para penderita asam urat juga mempunyai penyakit lainnya seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes atau juga penyakit ginjal. Namun faktor kegemukan (obesitas) juga sering kali dijumpai pada penderita asam urat. Apabila penyakit asam urat tidak segera di obati maka bisa berkembang menjadi penyakit batu ginjal dan akhirnya bisa mengakibatkan gagal ginjal penderita asam urat tersebut.

Adapun penyebab penyakit asam urat:
  1. Konsumsi zat-zat yang banyak mengandung purin secara berlebihan.
  2. Zat purin dalam jumlah banyak masuk dalam tubuh, kemudian melalui metabolisme berubah menjadi asam urat.
  3. Terjadinya peningkatan Kadar asam urat dalam tubuh, sehingga ginjal kita tidak mampu untuk membuang kelebihan asam urat.
  4. Banyaknya kristal asam urat yang berlebih menumpuk di persendian.
  5. Akibatnya sendi kita terasa nyeri, membengkak, meradang, panas dan kaku.
Pada kejadian kasus yang parah, penderita asam urat sampai tidak dapat berjalan karena pada persendian terasa sangat sakit sekali jika bergerak. Tulang sekitar sendi juga dapat keropos dan mengalami pengapuran tulang.

Pantangan bagi penderita asam urat:
  1. Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak.
  2. Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri, ikan sarden.
  3. Ekstrak daging seperti abon dan dendeng.
  4. Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden).
  5. Daging kambing, daging sapi, daging kuda.
  6. Bebek, angsa dan kalkun.
  7. Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
  8. Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
  9. Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental.
  10. Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa.
  11. Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega.
  12. Makanan kaya protein dan lemak.
Selain beberapa pantangan di atas, penderita penyakit asam urat juga harus selalu banyak minum air putih apalagi bagi mereka yang mempunyai penyakit batu ginjal. Dengan banyak minum air putih akan sangat membantu ginjal untuk mengeluarkan kristal asam urat dari dalam tubuh melalui urine.

Saran kesehatan untuk penderita asam urat:
  1. Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang, yogurt, dan pisang
  2. Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan strawberry.Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat
  3. Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi
  4. Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup
  5. Jangan minum aspirin
  6. Jangan bekerja terlalu keras / kelelahan
  7. Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup
  8. Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan.
Sumber :  http://www.camsh.com/

    Kegunaan Ayat Jurnal Penutup Dan Jurnal Balik

    JURNAL PENUTUP ( CLOSSING ENTRIES)
    Jurnal penutup sangat dibutuhkan pada proses akhir pembuatan laporan keuangan. Tujuan dari pembuatan ayat jurnal penutup ini adalah menutup semua perkiraan sementara terhadap rekening atau akun sebagai berikut :
    a. Pendapatan
    b. Beban
    c. Modal usaha

    Sebagai contoh :
    Diketahui data-data dibawah ini dari Laporan Keuangan PT. Andhika Pratama
    a. Pendapatan senilai Rp. 25.000.000
    b. Beban senilai Rp. 10.000.000
    c. Modal usaha senilai Rp. 30.000.000
    d. Pengambilan pribadi senilai Rp. 750.000
    Maka jurnal penutupnya adalah sebagai berikut :
    a.       Membuat ayat jurnal penutup untuk rekening Pendapatan
    Revenue                      Rp.25.000.000
                            Income Summary                            Rp. 25.000.000
    b.      Membuat ayat jurnal penutup untuk rekening Beban
    Income Summary    Rp.10.000.000
                            Expense                                               Rp.10.000.000
    c.       Membuat ayat jurnal penutup untuk rekening Modal usaha
    Capital Stock              Rp. 30.000.000
                            Income Summary                            Rp.30.000.000
    d.      Membuat ayat jurnal penutup untuk rekening Pengambilan pribadi
    Capital stock               Rp. 750.000
                            Prive                                      Rp. 750.000
    JURNAL PEMBALIK (REVERSING EANTRIES)
    Ayat jurnal pembalik sangat berguna untuk menutup perkiraaan yang berhubungan dengan hal komitmen dan kontijensi.
    Komitmen adalah yang berhubungan dengan hal-hal yang masih harus dibayar, sedangkan Kontijensi adalah yang berhubungan dengan hal-hal yang masih dapat diterima.

    Contoh :
    a. Beban yang masih harus dibayar
    b. Pendapatan usaha yang masih dapat diterima
    c. Beban yang dibayar di muka
    d. Pendapatan yang diterima di muka
    Contoh :
    Pada tanggal 25 Desember 2012, perusahaan telah menetapkan gaji karyawan sebesar Rp.25.000.000, an akan di bayar pada tanggal 2 Januari 2013. Maka jurnal-jurnal yang berlaku adalah sebagai berikut :
    a.       Pada saat pembebanan ( 25 Desember 2012)
    Salaries Expense                      Rp. 25.000.000
                            Salaries Payable                                                Rp. 25.000.000
    b.      Pada saat tutup buku ( 1 Januari 2013)
    Salaries Payable                        Rp. 25.000.000                                   Reversing
                            Salaries Expense                              Rp. 25.000.000
    c.       Pada saat membalikkan ( reversing ) ( 2 Januari 2013)
    Salaries Expense                      Rp. 25.000.000
                            Cash                                                      Rp. 25.000.000

    Karakteristik Perseroan Terbatas

    Perseroan Terbatas sebagai salah satu badan usaha yang berbadan hukum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.Nama Perseroan didahului dengan frase Perseroan Terbatas atau disingkat PT. Khusus untuk Perseroan terbuka selain didahului nama PT dibelakangnya nama Perseroan juga ditambah singkatan Tbk.
    Perseroan Terbatas memiliki nama perusahaan yang tidak sama dengan nama perusahaan yang lain.
    Modal perseroan terbatas terdiri dari Modal Dasar, Modal ditempatkan dan Modal disetor yang disebutkan dengan jelas didalam Akta Pendirian, dengan ketentuan jumlah modal dasar minimal Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

    Perseroan Memiliki pemegang saham yang terdiri dari 2 (dua) atau lebih pemegang saham baik atas nama peroangan atau atas nama badan usaha yang disebutkan dengan jelas didalam akta pendirian atau perubahannya.

    Kepemilikan saham Perseroan Terbatas dapat dimiliki oleh;
    • Warga negara Indonesia
    • Warga negara asing
    • Badan usaha milik negara Indonesia
    • Negara asing
    • Badan usaha Indonesia
    • Badan usaha Asing
    Perseroan Memilki pengurus yang terdiri dari Dewan Direksi dan Komisaris yang diangkat dan ditetapkan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
    • Keputusan tertinggi didalam Perseroan berada ditangan Rapat Umum Pemegang Saham
    • Perseroan Terbatas dapat bersifat tertutup atau terbuka
    • Adanya pemisahan harta kekayaan pribadi/badan usaha selaku pemegang saham dengan kekayaan perusahaan.
    • Setiap perubahan anggaran dasar Perseroan Terbatas harus mendapatkan pengesahan atau dilaporkan kepada Menteri

    Pengertian Dan Ciri-Ciri Pasar Monopoli

    Wednesday, October 1, 2014
    Pasar monopoli adalah suatu bentuk atau jenis pasar yang hanya terdapat satu kekuatan atau satu penjual atau satu perusahaan yang menguasai seluruh penawarannya. Pada pasar ini tidak ada pihak lain yang dapat menyainginya, sehingga menjadi pure monopoly atau monopoli murni.
    Perusahaan yang monopoli menghasilkan produk yang tidak diproduksi oleh perusahaan lain, tidak ada pengganti yang mirip. Contoh pasar monopoli adalah perusahaan negara, perusahaan minyak bumi serta gas alam dan lainnya.

    Ciri-Ciri Pasar Monopoli

    Pasar monopoli memiliki ciri-ciri yang sangat bertentangan dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh pasar persaingan sempurna. Adapun ciri-ciri pasar monopoli adalah sebagai berikut:
    1. Di dalam pasar monopoli hanya terdapat satu penjual. Barang atau jasa yang dihasilkan hanya dapat dibeli di pasar monopoli, tidak tersedia di tempat lain.
    2. Jenis barang yang diproduksi atau dijual tidak ada barang penggantinya, nosubstituties yang mirip. Barang yang dihasilkan merupakan satu-satunya dan jenis barang tersebut tidak dapat digantikan oleh barang lainnya.
    3. Adanya hambatan atau rintangan atau barriers bagi perusahaan baru yang akan masuk ke dalam pasar monopoli. Hambatan ini merupakan faktor kuat mengapa pasar monopoli terbentuk. Hambatan dapat berupa legalistas yaitu dibatasi oleh undang-undang, hambatan teknologi yaitu teknologi yang digunakan sangat tinggi sehingga barang sulit ditiru, atau hambatan modal yaitu perlunya modal besar dalam memproduksi barang sejenis.
    4. Pelaku pasar monopoli dapat menentukan harga barang sesuai keinginannya. Namun demikian, Penjual ini tidak mempengaruhi harga dan output dari produk lain yang dijual atau ditawarkan dalam perekonomian.
    5. Sifat monopolinya menyebabkan Perusahaan tidak memerlukan promosi atau iklan dalam memasarkan produknya. Tidak ada barang alternatif atau penggantinya menyebabkan pembeli terpaksa membeli hasil produksi dari perusahaan monopoli.

    Inisiasi 5 Monopoli Dan Persaingan Tak sempurna

    1. Rintangan Masuk
    Rintangan masuk ke dalam industri merupakan sebab utama berlangsungnya pasar monopoli. Hambatan masuk bagi perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke industri monopoli bersifat tidak permanen. Riset, pengembangan, dan penemuan baru mungkin bisa menciptakan produk baru yang akan menjadi barang substitusi yang dekat dan mungkin lebih baik dari yang sudah ada. Monopoli yang didukung oleh rintangan rintangan masuk dapat memberikan kebaikan berupa peningkatan efisiensi dengan menerapkan teknik produksi modern, berskala ekonomi dan menurunkan biaya rata-rata monopoli. Keburukan monopoli berupa hambatan masuk dengan menjalankan taktik persaingan mematikan, paten, dan pemilikan serta pengendalian bahan mentah yang strategis.

    2. Harga dan Tingkat Output

    Perusahaan monopolis merupakan satu-satunya produsen serta pemasok barang di pasar yang bersangkutan, sehingga kurva permintaan pasar, juga merupakan kurva permintaan yang dihadapi monopolis. Kurva tersebut berbentuk menurun dari kiri atas ke kanan bawah, dan berlereng negatif (bandingkan dengan kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam pasar persaingan sempurna). Perusahaan hanya bisa menaikkan kuantitas produk yang dijual dengan menurunkan harga per satuan output. Jadi kurva permintaan pasar berlereng menurun yang dihadapi oleh perusahaan monopolis murni menunjukkan monopolis dapat menentukan atau mempengaruhi harga dengan mengubah kuantitas yang ditawarkan.

    Maksimisasi keuntungan dapat diperoleh dari pendekatan total dan pendekatan marjinal. Dengan pendekatan total, tingkat produksi dan tingkat harga ketika maksimisasi keuntungan berada pada tingkat selisih terbesar antara pendapatan total (TR) dan biaya total (TC) dan kurva pendapatan total berada di atas kurva biaya total. Sedangkan dengan pendekatan marjinal, keuntungan marjinal diperoleh pada tingkat output dimana pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal, MR=MC. Bila MR>MC maka satuan tambahan output yang diproduksi masih memberikan tambahan keuntungan total karena tambahan pendapatan masih lebih besar daripada tambahan biaya. Bila MR=MC ketika keuntungan total mencapai maksimum maka setiap tambahan pendapatan (MR) karena tambahan satuan output sama besarnya dengan tambahan biaya yang diperlukan untuk memproduksi satuan tambahan output (MC). Bila MR<MC maka tambahan pendapatan yang diperoleh dari penjualan satu satuan tambahan output lebih kecil dari tambahan biaya yang diperlukan untuk memproduksi, akibatnya keuntungan total berkurang dan tidak mencapai maksimal.

    Keuntungan maksimal diperoleh pada tingkat output dimana MR=MC yaitu sebesar Qm dan dijual pada harga Pm. Biaya rata-rata produksi pada tingkat output ini sebesar C. Keuntungan ekonomis per satuan output adalah AB atau CPm. Keuntungan total sebesar CABPm atau CPm dikalikan dengan Qm. Tingkat output optimum adalah AVC<P<AC. Perusahaan monopolis tetap berproduksi dalam jangka pendek untuk meminimumkan kerugian total. Dilain pihak, pada tingkat output dimana P<AVC, monopolis meminimumkan kerugian total dalam jangka pendek dengan menghentikan usaha. Titik dimana P=AVC merupakan titik penutupan usaha bagi moonpolis dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, perusahaan monopolis dapat membuat skala produksi paling tepat untuk menghasilkan tingkat output optimum.

    Perusahaan monopolis dapat melakukan diskriminasi harga untuk mencapai keuntungan maksimal. Diskriminasi harga adalah tindakan menjual barang yang sama pada harga berbeda di pasar yang berbeda. Syaratnya, monopolis dapat memelihara terpisahnya pasar, yaitu karena perbedaan biaya transportasi dan perbedaan elastisitas permintaan. Kondisi keseimbangan optimal yaitu memproduksi dan menjual pada tingkat output dimana MC=MR1=MR2=…. MRi ; I adalah banyaknya pasar berbeda.Output optimal sebesar (Q1+Q2),output sebesar Q1 dijual di pasar pertama dengan harga P1, dan di pasar kedua pada output Q2 dan harga P2.

    Efek ekonomis dari Monopoli
    1. Perusahaan monopolis akan memaksimumkan keuntungan dengan memproduksi pada tingkat output dimana MR=MC, yaitu sebesar Qm dan harga Pm. Monopolis memproduksi dan menjual barang output dalam jumlah lebih kecil dan menetapkan harga lebih tinggi dibandingkan pesaing murni. Harga tersebut lebih tinggi dari biaya marjinal. Tingkat output yang diproduksi perusahaan monopolis untuk memperoleh keuntungan maksimum, menyebabkan lebih sedikit sumberdaya yang dialokasikan ke dalam industri tersebut.
    2. Para pemilik perusahaan monopoli memperoleh keuntungan ekonomis lebih besar dengan mengorbankan kepentingan masyarakat konsumen sehingga menimbulkan distribusi pendapatan yang tidak merata. 
    3. Rintangan masuk ke dalam industri dapat mengurangi atau menghilangkan dorongan untuk mengembangkan produk baru dan teknik produksi, tetapi perusahaan monopolis akan berusaha menggunakan dan memanfaatkan peralatan kapital agar biaya produksi dapat diturunkan. Kemajuan teknologi menguntungkan perusahaan monopolis dan ikut memelihara situasi monopoli dengan memperkuat rintangan masuk ke dalam industri tersebut.
    Pengaturan Industri Monopoli
    1. Penetapan harga maksimum sebesar Pm oleh pemerintah menyebabkan perusahaan monopolis memproduksi sebanyak Qm dan menjual harga maksimum Pm. Penetapan harga maksimum ini mengakibatkan perusahaan monoplis menjual pada harga lebih rendah dan memproduksi output lebih banyak. Hal ini menyebabkan perusahaan monopoli menjadi seperti pasar industri persaingan murni dalam penentuan harga dan output. Sedangkan manfaat yang diperoleh konsumen dari penetapan harga oleh pemerintah adalah mereka dapat membeli produk dalam jumlah lebih banyak pada tingkat harga yang lebih rendah.
    2. Pengenaan pajak atas perusahaan monopolis, yang terdiri dari pajak spesifik dan pajak lump sum. Efek pengenaaan pajak lump sum yaitu transfer keuntungan ekonomis dari perusahaan monopolis kepada pemerintah berupa pembayaran pajak lump sum sehingga hasil penerimaan pajak dapat digunakan untuk untuk membiayai program-program pembangunan lain. Sedangkan efek pengenaan pajak spesifik, pemerintah juga memperoleh transfer berupa pendapatan pajak yang dapat digunakan untuk memeratakan distribusi pendapatan. Para konsumen tidak memperoleh manfaat langsung dari pengenaan pajak lump sum, selama tingkat output dan tingkat harga tidak berpengaruh. Mereka menjadi lebih buruk dengan pengenaan pajak spesifik per satuan output selama outputnya lebih sedikit dan tingkat harga lebih tinggi. Bagi pihak moonpols pajak lump sum dan spesifik menyebabkan keuntungan monopolis baik per satuan output maupun keseluruhan berkurang. 
    3. Cara langsung mengendalikan serta mengatur industri monopoli adalah dengan memiliki dan mengendalikan bekerjanya industri tersebut.
    Tugas 2
    1.  Jelaskan dan uraikan tentang ciri-ciri pasar monopoli.
    2. Jelaskan beberapa efek negatif pasar industry monopoli
    3. Sebutkan 2 jenis pajak yang digunakan untuk mengatur industry monopoli.
     Selamat mengerjakan

    Sumber : http://student.ut.ac.id/