Inisiasi 4 - Investasi jangka Panjang

Thursday, April 16, 2015
Investasi jangka panjang merupakan investasi yang perputarannya lebih dari satu tahun. Biasanya perusahaan mewujudkan dalam bentuk investasi aktiva tetap. Karakteristik dari investasi aktiva tetap ini adalah memerlukan jumlah dana yang cukup besar dan perputarannya lebih dari satu tahun. Untuk itu sebelum melakukan investasi ini perlu dilakukan analisis apakah rencana investasi aktiva tetap tersebut menguntungkan atau tidak. Untuk menganalis tersebut dapat digunakan metode :
  1. Net Present Value (NPV)
  2. Payback
  3. Internal Rate of Return (IRR)
  4. Average Rate of Return (ARR)
Metode NPV
Metode ini merupakan model yang memperhitungkan pola cash flows keseluruhan dari suatu investasi, dalam kaitannya dengan waktu, berdasarkan discount rate tertentu.

Terdapat beberapa dasar pengertian yang perlu dipahami terlebih dahulu, yaitu :

1. Pengertian Present Value, Present value adalah nilai sekarang, untuk menentukan beberapa nilai sekarang perlu digunakan discount rate atau tingkat keuntungan yang diharapkan.

Misalnya : Suatu investasi diharapkan selama 3 tahun mendatang akan menghasilkan keuntungan rata-rata Rp1.000.000,00 per tahun. Apabila tingkat discount ratenya 10 % maka nilai sekarang dari keuntungan
 tersebut adalah.


PV  1             =  Rp1.000.000,00 X 0,909  *)                           = Rp   909.000,00
PV  2             =  Rp1.000.000,00 X 0,826                                = Rp   826.000,00
PV  3                    =  Rp1.000.000,00 X 0,751                    = Rp   751.000,00
                                                                                           ---------------------------
                         Total  Present Value                                     = Rp2.486.000,00

*)  Untuk menentukan discount faktor pada discount rate10 % lihat tabel A1

Jadi nilai sekarang dari penerimaan Rp1.000.000,00 per tahun selama 3 tahun adalah Rp2.486.000,00

2. Pengertian cash flow .Cash flow atau proceed atau net cash flows adalah laba setelah pajak (EAT) + depresiasi
3.Pengertian Net Investment (Outlay) merupakan sejumlah dana yang digunakan untuk investasi

  Rumus NPV = PV net cash flow – PV net investment

Kriteria yang dipakai untuk menolak atau menerima suatu investasi dengan menggunakan metode NPV adalah investasi yang menghasilkan NPV positif dan terbesar.

Latihan :

Proyek A dan B membutuhkan investasi sebesar Rp8.000.000,00 Pola cash flow untuk masing proyek diperkirakan sebagai berikut.

Tahun
Proyek A
Proyek B
1
2
3
4
Rp4.000.000,00
Rp4.000.000,00
Rp2.000.000,00
Rp1.000.000,00
Rp1.000.000,00
Rp2.000.000,00
Rp3.000.000,00
Rp4.000.000,00






Proyek manakah yang menguntungkan apabila dapat penilaian menggunakan metode NPV. Discount rate diperhitungkan 8 %.

Proyek A.
PV Penerimaan
tahun   1 =  Rp4.000.000,00 X 0,926        =Rp  3,704.000,00
            2 =  Rp4.000.000,00 X 0,857       =Rp  3,428.000,00
            3 =  Rp2.000.000,00 X 0,794       = Rp 1,588.000,00
            4 =  Rp1.000.000,00 X 0,735       = Rp     735.000,00
                                                                ---------------------------
                      Total PV Proceed                = Rp  9.455.000,00
PV pengeluaran
               =  Rp8.000.000,00 X   1             = Rp  8.000.000,00
                                                                    --------------------
                             NPV                              = Rp  1.455.000,00
Proyek B.
PV penerimaan
tahun 1 =  Rp1.000.000,00 X 0,926         = Rp      926.000,00
            2 =  Rp2.000.000,00 X 0,857       = Rp   1,714.000,00
            3 =  Rp3.000.000,00 X 0,794       = Rp   2.382.000,00
            4 =  Rp4.000.000,00 X 0,735       = Rp   2.040.000,00
                                                                  ---------------------------
                         Total PV Proceed                = Rp   7.062.000,00

PV pengeluaran
              =  Rp8.000.000,00 X   1              = Rp   8.000.000,00
                                                     ----------------------------
                            NPV                            = Rp  -   938.000,00

Kesimpulan : Proyek yang diterima adalah Proyek A karena menghasilkan NPV positif sebesar Rp1.455.000,00

Payback
Metode ini mengukur berapa lama waktu yang dubutuhkan untuk mengembalikan investasi semula, melalui proceed yang dihasilkan dalam setiap periode. Untuk itu metode ini sering disebut metode yang paling sederhana, karena tidak memperhitungkan konsep nilai waktu uang (time value of money), sehingga cash flows tidak dikaitkan dengan discount rate tertentu.

Contoh :
Proyek A dan B membutuhkan investasi masing-masing sebesar Rp10.000.000,00 Pola cash flow untuk masing proyek diperkirakan sebagai berikut.

Tahun
 Pola Cash Flows

Proyek A
Proyek B
1
2
3
4

Rp   5.000.000,00
Rp   5.000.000,00
Rp   3.000.000,00
Rp   2.000.000,00
Rp   3.000.000,00
Rp   4.000.000,00
Rp   3.000.000,00
Rp   4.000.000,00

Dari data tersebut di atas, maka payback period dapat dihitung :
Proyek A = 2 tahun
Proyek B = 3 tahun

Metode payback tersebut dapat juga dimodifikasi agar agar tidak timbul kelemahan, yaitu dengan jalan memperhitungkan memperhitungkan konsep nilai waktu uang (time value of money), sehingga pola cash flows dikalikan dengan discount ratenya. Metode ini disebut metode Payback period yang didiskontokan

Contoh :

Dari soal di atas, apabila ke dua proyek tersebut diperhitungkan dengan discount rate 8 %, maka Payback period yang didiskontokan adalah :

Proyek A.
PV Proceed
tahun          1 =  Rp5.000.000,00 X 0,926        = Rp   4,630.000,00
                    2 =  Rp5.000.000,00 X 0,857        = Rp   4,285.000,00
                    3 =  Rp3.000.000,00 X 0,794        = Rp   2,382.000,00
                           4 =  Rp2.000.000,00 X 0,735                  = Rp   1,470.000,00

Proyek B.
PV Proceed
tahun          1 =  Rp3.000.000,00 X 0,926        = Rp   2,778.000,00
                    2 =  Rp4.000.000,00 X 0,857        = Rp   3,428.000,00
                    3 =  Rp3.000.000,00 X 0,794        = Rp   2,382.000,00
                              4 =  Rp4.000.000,00 X 0,735                = Rp   2.940.000,00

Dari data tersebut di atas, maka payback period yang didiskontokan adalah :
Proyek A = 2 tahun; 5,5 bulan
Proyek B = 3 tahun; 6 bulan

Internal Rate of Return (IRR)

Prinsip dari metode ini adalah bagaimana menentukan discount rate yang dapat mempersamakan present value dari proceed dengan outlay atau net investment, sehingga pada keadaan ini NPV = 0.

Sehubungan dengan hal tersebut ada hubungan antara konsep NPV dengan IRR, Konsep NPV, mencari NPV pada discount rate tertentu, sedangkan konsep IRR justru mencari discount rate yang diinginkan. Rumus menentukan discount rate yang dicari dapat dirumuskan sebagai berikut :

Untuk mencari besarnya r dapat dilakukan dengan metode trial and error (coba-coba).
Contoh :
Lihat contoh soal pada NPV, untuk proyek A dan proyek B dapat dicari IRR nya dengan menggunakan discount rate pada alternatif tingkat bunga 8 % dan 18 %.


Proyek A.                                                                    
PV penerimaan                      DF 8 %
tahun 1 =  Rp4.000.000,00 X 0,926          = Rp   3,704.000,00
           2 =  Rp4.000.000,00 X 0,857        = Rp   3,428.000,00
           3 =  Rp2.000.000,00 X 0,794        = Rp   1,588.000,00
           4 =  Rp1.000.000,00 X 0,735        = Rp        735.000,00
                                                                       ----------------------------
                                Total PV Proceed      = Rp   9.455.000,00

PV pengeluaran =  Rp8.000.000,00 X 1        = Rp   8.000.000,00
                                                                       ---------------------------
                                       NPV                        = Rp   1.455.000,00

                                                                   
PV penerimaan                      DF18 %
tahun 1 =  Rp4.000.000,00 X 0,847           = Rp   3,388.000,00
           2 =  Rp4.000.000,00 X 0,718        = Rp   2,872.000,00
           3 =  Rp2.000.000,00 X 0,609        = Rp   1,218.000,00
           4 =  Rp1.000.000,00 X 0,516        = Rp      516.000,00
                                                                 ----------------------------
                          Total PV Proceed                = Rp   7.994.000,00
PV pengeluaran =  Rp8.000.000,00 X 1                = Rp   8.000.000,00
                                                                       ---------------------------
                                                                NPV        = Rp   -      6.000,00

Dari hasil perhitungan tersebut, discount rate yang dicari terletak antara 8 % dan 18 %.  Untuk mencari discount rate yang tepat, dapaat dilakukan dengan interpolasi sebagai berikut :

- 6.000        0                                                     1,455.000
                 
18 %        IRR                                                            8 %


IRR  =  18 % -       6.000        X 10 %
                          1.461.000
        = 18 %  -  0.04 %
        = 17,96 %

Proyek B.                                       
PV penerimaan                          DF 8 %
tahun 1 =  Rp  1.000.000,00 X 0,926               = Rp      926.000,00
           2 =  Rp  2.000.000,00 X 0,857               = Rp   1,714.000,00
           3 =  Rp  3.000.000,00 X 0,794               = Rp   2.382.000,00
           4 =  Rp. 4.000.000,00 X 0,735               = Rp   2.040.000,00
                                                                                ----------------------------
                               Total PV Proceed                = Rp   7.062.000,00

PV pengeluaran =  Rp8.000.000,00 X   1       = Rp   8.000.000,00
                                                                                ---------------------------
                                         NPV                        = Rp  -   938.000,00

                                                                   
PV penerimaan                        DF 2 %
tahun 1 =  Rp1.000.000,00 X 0,980        = Rp      980.000,00
            2 =  Rp2.000.000,00 X 0,961       = Rp   1,922.000,00
            3 =  Rp3.000.000,00 X 0,942       = Rp   2,826.000,00
            4 =  Rp4.000.000,00 X 0,924       = Rp   3.696.000,00
                                                             ----------------------------
                      Total PV Proceed                = Rp   9.424.000,00

PV pengeluaran =  Rp8.000.000,00 X  1= Rp   8.000.000,00
                                                              ---------------------------
                                                NPV                                       = Rp   1.424.000,00

Dari hasil perhitungan tersebut, discount rate yang dicari terletak antara 2 % dan 8 %. Untuk mencari discount rate yang tepat, dapaat dilakukan dengan interpolasi sebagai berikut :


- 938.000                   0                                       1,424.000
                 
8 %                             IRR                                      2 %
                            
IRR  =  8  %  - 938.000 X 6 %
                       2.362.000
        =  8 %  -  3,95 %
        =  4,05 %

Average Rate of Return (ARR)

Dalam menganalisis rencana investasi dengan metode ini adalah lain dari metode yang telah dijelaskan terdahulu karena dalam metode ini hanya memperhitungkan laba setelah pajak bukan proceed, sehingga rumus dari ARR ini adalah :
                    
A R R  = rata rata laba setelah pajak  x 100 %
               Rata rata Investasi

Rata-rata investasi = Investasi awal + Investasi  akhir
                                                      2
Contoh soal :

Berikut ini adalah rencana investasi proyek A dan B
- Inv. proyek A = Rp600 juta usia investasi 6 tahun
- Inv. proyek B = Rp720 juta usia investasi 6 tahun
Proceed untuk proyek A dan B diperkirakan sebagai berikut :

Tahun
Proyek A
Proyek B
1
2
3
4
5
6
Rp 200 juta
Rp 200 juta
Rp 200 juta
Rp 200 juta
Rp 200 juta
Rp 200 juta
Rp 450 juta
Rp 220 juta
Rp 200 juta
Rp 130 juta
Rp  130 juta
Rp  130 juta

Proyek manakah yang dipilih berdasarkan metode ARR

Penyelesaian :
Depresiasi untuk:
Proyek A = Rp.600 juta= Rp100 juta
                         6
Proyek B = Rp.720 juta= Rp120 juta
                         6
Laba setelah pajak untuk proyek A dan B adalah :
Proyek yang dipilih berdasarkan metode ARR adalah proyek A karena menghasilkan ARR terbesar.

Sumber http://elearning.ut.ac.id
Bagikan Artikel ini ke : Facebook Google+ Twitter Digg
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Diva nz

No comments:

Post a Comment