- Net Present Value (NPV)
- Payback
- Internal Rate of Return (IRR)
- Average Rate of Return (ARR)
Metode ini merupakan model yang memperhitungkan pola cash flows keseluruhan dari suatu investasi, dalam kaitannya dengan waktu, berdasarkan discount rate tertentu.
Terdapat beberapa dasar pengertian yang perlu dipahami terlebih dahulu, yaitu :
1. Pengertian Present Value, Present value adalah nilai sekarang, untuk menentukan beberapa nilai sekarang perlu digunakan discount rate atau tingkat keuntungan yang diharapkan.
Misalnya : Suatu investasi diharapkan selama 3 tahun mendatang akan menghasilkan keuntungan rata-rata Rp1.000.000,00 per tahun. Apabila tingkat discount ratenya 10 % maka nilai sekarang dari keuntungan
tersebut adalah.
PV 1 =
Rp1.000.000,00 X 0,909 *) = Rp
909.000,00
PV 2 =
Rp1.000.000,00 X 0,826 =
Rp 826.000,00
PV 3 =
Rp1.000.000,00 X 0,751 =
Rp 751.000,00
---------------------------
Total Present Value =
Rp2.486.000,00
*) Untuk
menentukan discount faktor pada discount rate10 % lihat tabel A1
2. Pengertian cash flow .Cash flow atau proceed atau net cash flows adalah laba setelah pajak (EAT) + depresiasi
3.Pengertian Net Investment (Outlay) merupakan sejumlah dana yang digunakan untuk investasi
Rumus NPV = PV net cash flow – PV net investment
Latihan :
Proyek A dan B membutuhkan investasi sebesar Rp8.000.000,00 Pola cash flow untuk masing proyek diperkirakan sebagai berikut.
Tahun
|
Proyek A
|
Proyek B
|
1
2
3
4
|
Rp4.000.000,00
Rp4.000.000,00
Rp2.000.000,00
Rp1.000.000,00
|
Rp1.000.000,00
Rp2.000.000,00
Rp3.000.000,00
Rp4.000.000,00
|
Proyek manakah yang menguntungkan apabila dapat penilaian menggunakan metode NPV. Discount rate diperhitungkan 8 %.
Proyek A.
PV Penerimaan
tahun 1 =
Rp4.000.000,00 X 0,926 =Rp 3,704.000,00
2 =
Rp4.000.000,00 X 0,857 =Rp 3,428.000,00
3 = Rp2.000.000,00 X 0,794 = Rp 1,588.000,00
4 =
Rp1.000.000,00 X 0,735 =
Rp 735.000,00
---------------------------
Total
PV Proceed = Rp 9.455.000,00
PV pengeluaran
= Rp8.000.000,00 X 1 =
Rp 8.000.000,00
--------------------
NPV = Rp 1.455.000,00
Proyek B.
PV penerimaan
tahun 1 =
Rp1.000.000,00 X 0,926 =
Rp 926.000,00
2 =
Rp2.000.000,00 X 0,857 =
Rp 1,714.000,00
3 = Rp3.000.000,00 X 0,794 = Rp 2.382.000,00
4 = Rp4.000.000,00 X 0,735 = Rp 2.040.000,00
---------------------------
Total
PV Proceed = Rp 7.062.000,00
PV pengeluaran
= Rp8.000.000,00 X 1
= Rp 8.000.000,00
----------------------------
NPV = Rp -
938.000,00
Payback
Metode ini mengukur berapa lama waktu yang dubutuhkan untuk mengembalikan investasi semula, melalui proceed yang dihasilkan dalam setiap periode. Untuk itu metode ini sering disebut metode yang paling sederhana, karena tidak memperhitungkan konsep nilai waktu uang (time value of money), sehingga cash flows tidak dikaitkan dengan discount rate tertentu.
Proyek A dan B membutuhkan investasi masing-masing sebesar Rp10.000.000,00 Pola cash flow untuk masing proyek diperkirakan sebagai berikut.
Tahun
|
Pola Cash
Flows
|
|
Proyek A
|
Proyek B
|
|
1
2
3
4
|
Rp 5.000.000,00
Rp 5.000.000,00
Rp 3.000.000,00
Rp 2.000.000,00
|
Rp 3.000.000,00
Rp 4.000.000,00
Rp 3.000.000,00
Rp 4.000.000,00
|
Dari data tersebut di atas, maka payback period dapat dihitung :
Proyek A = 2 tahun
Proyek B = 3 tahun
Metode payback tersebut dapat juga dimodifikasi agar agar tidak timbul kelemahan, yaitu dengan jalan memperhitungkan memperhitungkan konsep nilai waktu uang (time value of money), sehingga pola cash flows dikalikan dengan discount ratenya. Metode ini disebut metode Payback period yang didiskontokan
Contoh :
Dari soal di atas, apabila ke dua proyek tersebut diperhitungkan dengan discount rate 8 %, maka Payback period yang didiskontokan adalah :
Proyek
A.
PV
Proceed
tahun
1 =
Rp5.000.000,00 X 0,926 =
Rp 4,630.000,00
2 =
Rp5.000.000,00 X 0,857 =
Rp 4,285.000,00
3 = Rp3.000.000,00 X 0,794 = Rp 2,382.000,00
4 = Rp2.000.000,00 X 0,735 = Rp 1,470.000,00
Proyek
B.
PV
Proceed
tahun
1 =
Rp3.000.000,00 X 0,926 =
Rp 2,778.000,00
2 = Rp4.000.000,00
X 0,857 = Rp 3,428.000,00
3 = Rp3.000.000,00 X 0,794 = Rp 2,382.000,00
4 = Rp4.000.000,00 X 0,735 = Rp 2.940.000,00
Dari data tersebut di atas, maka payback period yang didiskontokan adalah :
Proyek A = 2 tahun; 5,5 bulan
Proyek B = 3 tahun; 6 bulan
Internal Rate of Return (IRR)
Prinsip dari metode ini adalah bagaimana menentukan discount rate yang dapat mempersamakan present value dari proceed dengan outlay atau net investment, sehingga pada keadaan ini NPV = 0.
Sehubungan dengan hal tersebut ada hubungan antara konsep NPV dengan IRR, Konsep NPV, mencari NPV pada discount rate tertentu, sedangkan konsep IRR justru mencari discount rate yang diinginkan. Rumus menentukan discount rate yang dicari dapat dirumuskan sebagai berikut :
Untuk mencari besarnya r dapat dilakukan dengan metode trial and error (coba-coba).
Contoh :
Lihat contoh soal pada NPV, untuk proyek A dan proyek B dapat dicari IRR nya dengan menggunakan discount rate pada alternatif tingkat bunga 8 % dan 18 %.
Proyek A.
PV penerimaan DF 8 %
tahun 1 =
Rp4.000.000,00 X 0,926 =
Rp 3,704.000,00
2 =
Rp4.000.000,00 X 0,857 =
Rp 3,428.000,00
3 = Rp2.000.000,00 X 0,794 = Rp 1,588.000,00
4 =
Rp1.000.000,00 X 0,735 =
Rp 735.000,00
----------------------------
Total
PV Proceed = Rp 9.455.000,00
PV pengeluaran =
Rp8.000.000,00 X 1 =
Rp 8.000.000,00
---------------------------
NPV = Rp 1.455.000,00
PV penerimaan DF18 %
tahun 1 =
Rp4.000.000,00 X 0,847 =
Rp 3,388.000,00
2 =
Rp4.000.000,00 X 0,718 =
Rp 2,872.000,00
3 = Rp2.000.000,00 X 0,609 = Rp 1,218.000,00
4 =
Rp1.000.000,00 X 0,516 =
Rp 516.000,00
----------------------------
Total
PV Proceed = Rp 7.994.000,00
PV pengeluaran =
Rp8.000.000,00 X 1 =
Rp 8.000.000,00
---------------------------
NPV = Rp
- 6.000,00
Dari
hasil perhitungan tersebut, discount rate yang dicari terletak antara 8
% dan 18 %. Untuk mencari discount
rate yang tepat, dapaat dilakukan dengan interpolasi sebagai berikut :
-
6.000 0 1,455.000
18 % IRR
8 %
IRR = 18 % - 6.000 X 10 %
1.461.000
= 18 %
- 0.04 %
= 17,96 %
Proyek
B.
PV
penerimaan DF 8
%
tahun
1 = Rp
1.000.000,00 X 0,926 =
Rp 926.000,00
2 =
Rp 2.000.000,00 X 0,857 = Rp 1,714.000,00
3 =
Rp 3.000.000,00 X 0,794 = Rp 2.382.000,00
4 =
Rp. 4.000.000,00 X 0,735 =
Rp 2.040.000,00
----------------------------
Total
PV Proceed = Rp 7.062.000,00
PV
pengeluaran = Rp8.000.000,00 X 1 =
Rp 8.000.000,00
---------------------------
NPV = Rp
- 938.000,00
PV penerimaan DF 2 %
tahun 1 =
Rp1.000.000,00 X 0,980 =
Rp 980.000,00
2 =
Rp2.000.000,00 X 0,961 =
Rp 1,922.000,00
3 =
Rp3.000.000,00 X 0,942 =
Rp 2,826.000,00
4 = Rp4.000.000,00 X 0,924 = Rp 3.696.000,00
----------------------------
Total
PV Proceed = Rp 9.424.000,00
PV pengeluaran =
Rp8.000.000,00 X 1= Rp 8.000.000,00
---------------------------
NPV = Rp 1.424.000,00
Dari hasil perhitungan tersebut, discount rate yang dicari terletak antara 2 % dan 8 %. Untuk mencari discount rate yang tepat, dapaat dilakukan dengan interpolasi sebagai berikut :
-
938.000 0 1,424.000
8 % IRR 2 %
IRR =
8 % - 938.000 X 6 %
2.362.000
=
8 % - 3,95 %
=
4,05 %
Average Rate of Return (ARR)
Dalam menganalisis rencana investasi dengan metode ini adalah lain dari metode yang telah dijelaskan terdahulu karena dalam metode ini hanya memperhitungkan laba setelah pajak bukan proceed, sehingga rumus dari ARR ini adalah :
Dalam menganalisis rencana investasi dengan metode ini adalah lain dari metode yang telah dijelaskan terdahulu karena dalam metode ini hanya memperhitungkan laba setelah pajak bukan proceed, sehingga rumus dari ARR ini adalah :
A R
R = rata rata laba setelah pajak
x 100 %
Rata rata Investasi
Rata-rata investasi = Investasi awal + Investasi akhir
2
Contoh soal :
Berikut ini adalah rencana investasi proyek A dan B
- Inv. proyek A = Rp600 juta usia investasi 6 tahun
- Inv. proyek B = Rp720 juta usia investasi 6 tahun
Proceed untuk proyek A dan B diperkirakan sebagai berikut :
Contoh soal :
Berikut ini adalah rencana investasi proyek A dan B
- Inv. proyek A = Rp600 juta usia investasi 6 tahun
- Inv. proyek B = Rp720 juta usia investasi 6 tahun
Proceed untuk proyek A dan B diperkirakan sebagai berikut :
Tahun
|
Proyek A
|
Proyek B
|
1
2
3
4
5
6
|
Rp 200 juta
Rp 200 juta
Rp 200 juta
Rp 200 juta
Rp 200 juta
Rp 200 juta
|
Rp 450 juta
Rp 220 juta
Rp 200 juta
Rp 130 juta
Rp 130 juta
Rp 130 juta
|
Penyelesaian :
Depresiasi untuk:
Proyek A = Rp.600 juta= Rp100 juta
6
Proyek B = Rp.720 juta= Rp120 juta
6
Laba setelah pajak untuk proyek A dan B adalah :Proyek yang dipilih berdasarkan metode ARR adalah proyek A karena menghasilkan ARR terbesar.
Sumber http://elearning.ut.ac.id

