Cara Mengembangkan Teknik dan Ketrampilan Negosiasi

Thursday, October 16, 2014
Sebenarnya apa tujuan dari negosiasi bisnis? Negosiasi itu sendiri berarti pertemuan atau tatap muka yang dilakukan antara dua orang atau lebih untuk melakukan tawar-menawar mengenai suatu produk atau objek tertentu untuk melakukan perjanjian atau kontrak.

Proses ini juga tidak pernah lepas dari perjanjian-perjanjian yang pastinya saling menguntungkan antara pihak-pihak yang etrlibat dalam negosiasi tersebut.

Bagi perusahaan, negosiasi merupakan tahapan yang sangat penting dalam mewujudkan perusahaan yang berkembang dan diakui oleh perusahaan lain.

Proses negosiasi ini banyak dilakukan perusahaan untuk menjalin kerjasama dengan pihak lain yang mana di balik kerjasama tersebut tersimpan sejuta harapan dari keuntungan yang bisa diraih. Melalui perjanjian yang ada,makamasing-masing perusahaan bisa mendapatkan hak masing-masing setelah memenuhi beberpa kewajiban yang telah disepakati.

Sayangnya, proses negosiasi yang dilakukan seringkali tidak berjalan mulus. Hal ini sering kali disebabkan oleh minimnya pengetahuan dari pihak perusahaan mengenai bagaimana cara bernegosiasi dengan baik dan benar.

Bahkan seringkali perusahaan melakukan negosiasi tanpa persiapan terlebih dahulu, akibatnya negosiasi tersebut sering kali menjadi sia-sia yang pastinya juga berdampak pada kerugian waktu dan tenaga.

Mengingat pentingnya proses degosiasi bisnis, anda harus benar-benar mempersiapkan hal-hal yang butuhkan dalam negosiasi dengan baik.

Mempersiapkan diri secara matang serta membekali diri dengan kemampuan komunikasi dengan baik merupakan hal penting yang tidak boleh dianggap sepele. Ketelitian dan kehati-hatian merupakan dua hal penting yang tidak boleh anda lewatkan untuk melakukan proses negosiasi yang berhasil.

Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan negosiasi bisnis :

a. Membuat target pencapaian
Anda berhak menentukan target yang harus dicapai ketika hendak melakukan negosiasi. Selain itu, tidak ada salahnya anda juga mengajukan beberapa syarat yang bisa anda tawarkan untuk mencapai kata mufakat dalam negosiasi tersebut.

b. Persiapkan alternative cara lain
Ketika anda melakukan negosiasi pastinya anda juga mengharapkan kata sepakat. Sayangnya ketika anda melakukan tahap negosiasi, belum tentu negosiasi yang anda lakukan akan selalu diterima.

Itulah sebabnya mempersiapkan alternative cara lain merupakan hal yang panting sebagai bentuk antisipasi jiaka ternyata cara pertama yang anda lakukan tidak berhasil.

c. Tetap fokus pada materi yang dinegosiasikan

Sebaiknya dalam tahap ini anda tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan membahas materi diluar dari poin yang ingin anda negosiasikan tadi.

Usahakan untuk tidak mencampur adukkan masalah pribadi dengan materi yang akan anda negosiasikan tadi, sehingga proses negosiasi berjalan dengan lancar.

d. Menyusun tim negosiasi yang kompeten
Tim yang berjuang dalam proses negosiasi bisnis ini seharusnya terdiri dari orang-orang yang berprestasi dan berkompeten di bidangnya.

Dengan tim yang berkualitas dan sesuai dengan bidangnya masing-masing akan semakin meyakinkan pihak yang dimaksudkan. Sehingga jika hal ini terpenuhi maka tidak potensi keberhasilan dalam bernego juga akan semakin terbuka lebar.

e. Memberikan alernatif solusi untuk lawan
Proses negosiasi memang seringkali berjalan cukup alot. Hal ini seringkali disebabkan oleh rasa tidak puas dari salah satu atau mungkin kedua belah pihak. Itulah sebabnya, memberikan alteratif solusi yang berupa win-win solusion juga menjadi ide yang bagus.

f. Segera selesaikan proses negosiasi ini dengan cepat
Jangan banyak bertele-tele dalam melakukan negosiasi karena hal ini akan semakin mengurangi rasa percaya dari pihak lawan. Selain itu bertele-tele juga hanya membuah waktu dan tenaga.

Jadi, ketika proses tawar menawar sudah dirasa cukup, sebaiknya anda selesaikan proses negosiasi ini dengan saling menyepakati perjanjian yang ada..

sumber : http://ahlipresentasi.com/cara-mengembangkan-teknik-dan-ketrampilan-negosiasi/

Inisiasi 7 - Tehnik Lobi Dan Negoisasi

Lobi
Tahapan Lobi menurut Rhenald Kesali (1994) dengan mengutip Fraser P. Seitel, adalah sebagai berikut:
  1. Pengumpulan data dan fakta. Pemerintah memiliki data dan fakta yang lengkap tapi seringkali tidak terkordinasi. Data tersebut ada yang dipublikasikan dan ada yang dimiliki secara individual yang menangani bidang tertentu. Selain itu ada juga data yang tidak dipublikasikan. Karena itu langkah kita adalah menghubungi sumber-sumber data tersebut untuk mendapatkan data dan fakta yang kita butuhkan sesuai dengan permasalahan yang akan dibahas dalam lobi.
  2. Interpretasi terhadap langkah-langkah pemerintah, keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah, umumnya merupakan penjabaran opini para pejabat pemerintah. Para pelobi bertugas menerjemahkan opini pejabat pemerintah itu ke dalam kebutuhan perusahaan serta memperkirakan apa yang akan terjadi secara hukum dan memberikan rekomendasi agar perusahaan bisa menyesuaikan diri dengan peraturan tersebut.
  3. Interpretasi terhadap langkah-langkah perusahaan. Karena para pelobi memiliki kontak dengan pejabat pemerintah dan pengambil keputusan, maka pelobi memiliki informasi mengenai pandangan perusahaan atau kelompok masyarakat tertentu terhadap ketentuan yang dibuat oleh pemerintah.
  4. Membangun posisi. Ada saatnya pelobi mendekati pejabat pemerintah agar ada penundaan pelaksanaan sebuah peraturan agar perusahaan yang menjadi kliennya tidak mengamali kesulitan serius dan semua pihak siap melaksanakan perturan itu. Para pelobi harus mampu meyakinkan para pembuat keputusan bahwa pelaksanaan sebuah keputusan membutuhkan waktu untuk pelaziman.
  5. Melemparkan berita nasional. Istilah yang umum dipergunakan adalah publicity springboard yakni menggunakan tempat lobi sebagai tempat peredaran berita. Tempat lobi biasanya adalah suatu tempat yang selalu dikunjungi wartawan media cetak maupun elektronik. Berita yang dilemparkan dari tempat lobi ini akan segera menjadi berita nasional.
  6. Mendukung kegiatan pemasaran. Melobi agar pemerintah agar membeli produk yang dihasilkan perusahaan, karena pemerintah merupakan pembeli terbesar mulai dari alat-tulis-kantor sampai alat-alat berat. Pelobi tidak hanya menawarkan barang atau jasa melainkan juga proposal agar pembelian barang itu dianggarkan oleh pemerintah.
Negosiasi
Fungsi negosiasi sebenarnya untuk menyelesaikan konflik kepentingan atau persoalan melalui tindak-komunikasi. Dengan sendirinya, agar fungsi negosiasi tersebut dapat berjalan dengan baik, pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi harus memiliki keterampilan berkomunikasi seperti berbicara, mendengarkan dan menyatakan gagasan secara jernih dan tepat.

Menyelesaikan masalah elalui negosiasi merupakan salah satu karakteristik khas manusia. Karena manusia dilengkapi dengan keterampilan berbicara, maka manusia berusaha menyelesaikan masalahnya melalui kata-kata, bukan dengan kekuatan otot atau kepalan tangan. Melalui dialog, diskusi atau negosiasi manusia berupaya menuntaskan masalah yang dihadapinya. Konon, kemampuan bernegosiasi dalam menyelesaikan masalah merupakan salah satu ciri manusia beradab.

Selanjutnya, kita membahas jenis-jenis negosiasi. Tadi, kita bsudah mempelajari bahwa negosiasi itu terjadi manakala ada dua pihak atau lebih ―baik individual maupun kelompok― mendiskusikan usulan-usulan yang spesifik guna mencapai persetujuan yang dapat diterima masing-masing pihak. Negosiasi merupakan cara yang lazim digunakan untuk mengatasi konflik dalam kegiatan bisnis. Negosiasi untuk mengatasi konflik tersebut dapat berlangsung dalam konteks internal dan eksternal. Dalam konteks internal misalnya terjadi pemogokan pekerja yang menuntut kenaikan upah dan jaminan kesejahteraan. Dalam konteks eksternal misalnya terjadi konflik antara kita dan mitra bisnis.

Kita bisa membuat klasifikasi jenis-jenis negosiasi seperti berikut ini::
  • berorientasi pada bargaining (bargaining-orientations) yakni bentuk negosiasi yang menggunakan pendekatan yang digunakan oleh para komunikator yang kompetitif. Pendekatan ini berasumsi, hanya ada satu pihak saja yang dapat mencapai tujuannya. Karena itu, ada pihak yang menang dan ada pihak yang kalah. Negosiasi seperti ini juga dinamakan “negosiasi berorintasi kalah-menang”.
  • “berorientasi kalah-kalah”, yang dalam prosesnya, pihak-pihak yang bernegosiasi mengabaikan kemungkinan menjadi pemenang sehingga dalam pendekatan ini pihak-pihak yang bernegosiasi menjadi pecundang. Namun sebenarnya, ketika negosiasi dimulai tak ada pihak yang ingin menjadi pecundang, tapi pada saat negosiasi berlangsung kita berada dalam posisi yang besar kemungkinan menjadi pihak yang kalah oleh karena itu ketimbang kekalahan diderita sendiri, maka lawan negosiasi pun harus mengalah. Akibatnya kedua belah pihak mengalami kerugian. 
  • negosiasi dalam bentuk kompromi, yakni pengambilan satu pilihan yang didasari oleh pertimbangan daripada berada dalam posisi “kalah-menang” atau “mengandung resiko kalah-kalah” maka jalan tengah dipilih sehingga dilakukan kompromi. Jadi dalam kompromi ini, ada kepentingan yang harus dikorbankan dan dipertahankan begitu juga oleh pihak lain. 
  • berorientasi “menang-menang” yang disebut juga sebagai pendekatan kolaboratif. Asumsinya, pemecahan dapat dicapai dan memuaskan kebutuhan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Pendekatan ini sangat berbeda dengan pendekatan-pendekatan sebelumnya, karena kuncinya terletak pada bagaimana menemukan solusi “menang-menang” yang membuat masing-masing pihak tidak merasa dirugikan. 
Sumber : http://student.ut.ac.id/

    Inisiasi 7 - Manajemen Pengadaian

    Pengertian Manajemen pengadaian
    Menurut KUHPdt Pasal 1150 adalah Hak yang diperoleh seorang kreditur atas suatu barang bergerak yang diserahkan kepadanya oleh seorang debitur atau oleh orang lain atas namanya, yang memberikan kekuasaan kepada kreditur untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut didahulukan dari kreditu-kreditur lainnya, dengan pengecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yan telah dikeluarkan untuk menyelamatkannya setelah barang itu digadaikan, biaya-biaya mana harus didahulukan.

    Tujuan pengadaian
    • Ikut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai.
    • Mencegah adanya praktik ijon, pegadaian gelab, riba dan pinjaman tidak wajar lainnya.
     Kegiatan usaha pengadaian

    1. Kegiatan Pembiayaan
    • Menyalurkan dana pinjaman kepada masyarakat dengan bunga rendah,pelayanan cepat, sederhana, murah berdasarkan hukum gadai;
    • Memberikan kredit kepada pegawai/karyawan yang berpenghasilan tetap dan pengembaliannya dilakukan dengan cara memotong gajih/upah secara bulanan.
    Jenis barang pengadaian
    1. Barang perhiasan
    2. Barang elektronik
    3. Kendaraan
    4. Barang rumah tangga
    5. Mesin
    6. Tekstil
    7. dll
    Sumber pendanaan
    • Penyertaan modal pemerintah.
    • Usaha pemupukan modal intern.
    • Sumber dana lain.

    Ciri - ciri usaha Gadai
    1. Terdapat barang-barang berharga yang digadaikan; 
    2. Memiliki nilai jumlah pinjaman tergantung nilai barang yang digadaikan; 
    3. Barang yang digadaikan dapat ditebus kembali
    Kelebihan usaha pengadaian
    1. Waktu relatif singkat untuk memperolah uang;
    2. Memiliki persyaratan yang sederhana;
    3. Pihak ketiga tidak mempermasalahkan uang tersebut akan digunakan untuk keperluan apa.
    Sumber : http://student.ut.ac.id/ 

      Inisiasi 7 - Dana Pensiun

      Wednesday, October 15, 2014
      Pengertian dana pensiun

      Menurut UU no 11/1992 tentang Dana Pensiun .Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun bagi pesertanya.


      Tujuan Penyelenggaran dana pensiun

      1.PEMBERI KERJA
      • Kewajiban moral, memberikan rasa aman kepada karyawan pada saat mencapai usia pensiun
      • Loyalitas, karyawan diharapkan mempunyai loyalitas dan dedikasi yang tinggi ke perusahaan
      • Kompetisi pasar tenaga kerja, dengan memberikan program pensiun sebagai bagian dari total kompensasi, diharapkan perusahan memiliki daya saing dan nilai lebih dalam upaya memperoleh tenaga kerja yang berkualitas dan profesional
      2. KARYAWAN
      • Rasa aman, karyawan akan mendapatkan penghasilan pada saat memasuki masa pensiun
      • Kompensasi yang baik, karyawan mendapatkan tambahan kompensasi meskipun baru bisa dinikmati pada saat berhenti bekerja/pensiun
      Asas dana pensiun
      • Penyelenggaraan dilakukan dengan sistem pendanaan. 
      • Pemisahan kekayaan dana pensiun dari kekayaan pendiri. 
      • Kesempatan untuk mendirikan dana pensiun. 
      • Pendanaan manfaat. 
      • Pembinaan dan pengawasan
      Fungsi dana pensiun
      1. Sebagai Asuransi 
      2. SebagaiTabungan 
      3. Sebagai Pensiun
      Setiap orang yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan undang-undang, yaitu setiap karyawan yang memenuhi syarat kepesertaan dalam dana pensiun yang didirikan oleh pemberi kerja, berhak menjadi peserta, berusia sekuran-kurangnya 18 tahun atau telah menikah dan memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 1 tahun.

      Usia pensiun
      1.PENSIUN NORMAL (NORMAL RETIREMENT)
      Hak karyawan untuk pensiun pada usia paling rendah, tanpa perlu persetujuan dari pemberi kerja dengan memperoleh manfaat pensiun penuh.

      2PENSIUN DIPERCEPAT (EARLY RETIREMENT)
      Izin pensiun lebih awal sebelum karyawan mencapai usia pensiun normalnya, dan tetap mendapatkan manfaat pensiun.

      3.PENSIUN DITUNDA (DEFERED RETIREMENT)
      Hak atas manfaat pensiun bagi peserta pensiun yang ditunda masa pensiunnya, karena tenaga dan pikirannya masih dibutuhkan perusahaan. Ia berhak atas manfaat pensiun meskipun masih bekerja.

      4.PENSIUN CACAT (DISABLE RETIREMENT)
      Hak pensiun yang diberikan kepada karyawan yang mengalami cacat dan dianggap tidak cakap lagi melaksanakan pekerjaannya

      Progam pensiun
      1.Program Manfaat Pasti (defined benefit plan)
      • Final earning Pension plan 
      • Final Average Earning 
      • Career Average Earning 
      • Flat Benefit
      2.Program Pensiun Iuran Pasti (defined contribution plan)
      • Money Purchase Plan 
      • Saving Plan
      3.Program pensiun berdasarkan keuntungan (Profit Sharing Pension Plan)

      Metode pembiayaan progam pensiun
      1. Pay as you go (current cost method), pemberi kerja hanya akan membiayai manfaat pensiun seorang karyawan begitu diperlukan, di luar gaji terakhir.
      2. Funding system, mengumpulkan iuran baik oleh peserta maupun pemberi kerja.
      3. Single premium funding/unit benefit method, yaitu biaya setiap peserta program untuk tahun tertentu ditentukan dengan menggunakan faktor anuitas, dengan cara menghitung terlebih dahulu nilai sekarang (present value) dari pensiun tahunan peserta setelah memperhitungkan masa kerja.
      4. Level premium funding, menghindari kenaikan biaya pensiun jika ada kenaikan gaji atau masa kerja yang telah lama maka jumlah gaji yang dibayar biasanya semakin tinggi.
      Jenis investasi dana pensiun
      • Deposito
      • Saham
      • Obligasi jangka menengah dan jangka panjang 
       Sumber : http://student.ut.ac.id

          Inisiasi 7-Manajemen Asuransi

          Pengertian Asuransi atau pertanggungan
          1. Menurut —Kitab UU Hukum Dagang pasal 246..Suatu perjanjian dengan mana seseorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin terjadi arena suatu peristiwa tak tentu. 
          2. Menurut —UU no.2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian.Perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuantungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketuga yang mungkin akan didiertia tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidunya seseorang yang dipertanggungkan 


          Risiko Asuransi
          1. Risiko murni (pure risk), ada ketidakpastian akan terjadinya kerugian. 
          2. Risiko spekulatif (spekulative risk), kemungkinan mengalami kerugian dan peluang memperoleh keuntungan. 
          3. Risiko individu ( individual risk), risiko yang timbul dari kegiatan sehari-hari.
          • Risiko pribadi (personal risk), mempengaruhi kemampuan seseorang 
          • Risiko harta (property risk), mempengaruhi manfaat/keberadaan barang
          1) kerugian langsung, kehilangan/kerusakan barang
          2) kerugian tidak langsung, kerugian yang terjadi akibat kerugian asal (biaya transportasi akibat mobil hilang)
          • Risiko tanggung gugat (liability risk), akibat kerugian/lukanya pihak lain
          Ketidakpastian Asuransi
            • Ketidakpastian ekonomi: timbul karena adanya kebijakan ekonomi. 
            • Ketidakpastian kondisi alam: timbul karena perubahan kondisi alam.
            • Ketidakpastian manusiawi: timbul karena ulah manusia, misal: perang.
            Menangani risiko Asuransi
              1. Menghindari risiko (risk avoidance).
              2. Mengurangi risiko (risk reduction).
              3. Menahan risiko (risk retention)
              4. Membagi risiko (risk sharing)
              5. Mentransfer risiko (risk transfer)
                Prinsip dasar Asuransi
                1. Insurable Interest, yaitu merupakan hak berdasarkan hukum untuk mempertanggungjawabkan suatu risiko yang berkaitan degan keuangan, yang diakui dengan sah antara pihak tertanggung dengan sesuatu yang dipertanggungkan.
                2. Utmost Good Faith, yaitu menetapkan persetujuan didasarkan pada itikad baik.
                3. Indemnity, yaitu mengembalikan posisi keuangan pihak tertanggung setelah terjadinya kerugian.
                4. —Proximate Cause, yaitu suatu sebab aktif, efisien, yang mengakibatkan peristiwa berantai tanpa intervensi kekuatan lain, yang diawali dan bekerja dengan aktif dari suatu sumber baru dan independen.
                5. Subrogation and Contribution, yaitu merupakan hak penanggung, yang telah memberikan ganti rugi kepada pihak tertanggung, untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan terjadinya kerugian.
                Tujuan Asuransi
                1. Pencegahan kerugian diharapkan memberikan keuntungan tertentu.
                2. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil kerugian.
                3. Keikutsertaan masyarakat pada salah satu perusahaan asuransi maka dapat mengetahui besarnya risiko yang mungin terjadi dan besarnya kerugian yang dapat dialami.
                Manfaat Asuransi
                1. Rasa aman. 
                2. Pembagian biaya dan manfaat. 
                3. Polis asuransi dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan yang lain. 
                4. Berfungsi dari tabungan. 
                5. Alat penyebaran risiko. 
                6. Meningkatkan kegiatan usaha.
                Jenis-jenis asuransi berdasarkan usaha
                1. Usaha Asuransi Kerugian
                2. Usaha Asuransi Jiwa
                3. Usaha Reasuransi
                Bukti dalam asuransi
                1. Polis asuransi adalah bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak-pihak yang mengadakan perjanjian asuransi. 
                2. Premi asuransi adalah kewajiban pihak tertanggung kepada pihak penanggung yang berupa pembayaran uang dalam jumlah tertentu secara periodik 
                Sumber : http://student.ut.ac.id/ 

                  Pertarungan Seorang Lelaki Dengan Iblis

                  Wednesday, October 8, 2014
                  Sepasang Suami isteri awalnya hidup tenteram dan mereka taat kepada perintah Tuhan, meskipun melarat. Segala yang dilarang Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dihindari, dan ibadah mereka tekun sekali. Si Suami adalah seorang yang alim yang taqwa dan tawakkal. Tetapi sudah beberapa lama isterinya mengeluh terhadap kemiskinan yang tiada habis-habisnya itu. Ia memaksa suaminya agar mencari jalan keluar. Ia membayangkan alangkah senangnya hidup jika segala-galanya serba cukup.

                  Pada suatu hari, lelaki yang alim itu berangkat ke ibu kota dengan mencari pekerjaan. Di tengah perjalanan dia melihat sebatang pohon besar yang tengah dikerumuni orang. Diapun mendekat. Ternyata orang-orang itu sedang memuja-muja pohon yang konon keramat dan sakti itu. Banyak juga kaum wanita dan pedagang-pedagang yang meminta-minta agar suami mereka setia atau dagangnnya laris.

                  “Ini syirik,” fikir lelaki yang alim tadi. “Ini harus dibanteras habis. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menyembah serta meminta selain Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.” Maka pulanglah dia dengan terburu-buru. Isterinya heran, mengapa secepat itu suaminya kembali. Lebih heran lagi waktu dilihatnya si suami mengambil sebilah kapak yang diasahnya tajam. Lantas lelaki alim tadi bergegas keluar. Isterinya bertanya tetapi ia tidak menjawab. Segera dinaiki keledainya dan dipacu secepat-cepatnya ke pohon itu. Sebelum sampai di tempat pohon itu tumbuh, tiba-tiba melompat sesosok tubuh tinggi besar dan hitam. Dia adalah iblis yang menyerupai sebagai manusia.

                  “Hai, hendak kemana kamu?” tanya si iblis.
                  Orang alim tersebut menjawab, “Saya ingin menuju ke pohon yang disembah-sembah orang bagaikan menyembah Allah. Saya sudah berjanji kepada Allah akan menebang roboh pohon syirik itu.”
                  “Kamu tidak ada apa-apa hubungan dengan pohon itu. Yang penting kamu tidak ikut-ikutan syirik seperti mereka. Sudah pulang saja.”
                  “Tidak boleh, kemungkaran mesti diberantas,” jawab si alim bersikap tegas.
                  “Berhenti, jangan teruskan!” bentak iblis marah.
                  “Akan saya teruskan!”

                  Kerana masing-masing tegas pada pendirian, akhirnya terjadilah perkelahian antara orang alim tadi dengan iblis. Kalau melihat perbedaan badannya, seharusnya orang alim itu dengan mudah dapat dibinasakan. Namun ternyata iblis menyerah kalah, meminta-minta ampun. Kemudian dengan berdiri menahan kesakita dia berkata, “Tuan, maafkanlah kekasaran saya. Saya tak akan berani lagi mengganggu tuan. Sekarang pulanglah. Saya berjanji, setiap pagi, apabila Tuan selesai menunaikan sholat Subuh, di bawah sajadah Tuan saya sediakan uang emas empat dinar. Pulang, jangan teruskan niat Tuan itu.”

                  Mendengar janji iblis dengan uang emas empat dinar itu, lunturlah kekerasan dan tekad si alim tadi. Ia teringatkan isterinya yang hidup berkecukupan. Ia teringat dengan keluh kesah isterinya yang sangat membutuhkan uang. Setiap pagi empat dinar, dalam sebulan saja dia sudah boleh menjadi orang kaya. Mengingatkan desakan-desakan isterinya itu maka pulanglah dia. Patah niatnya yang semula hendak membanteras kemungkaran.

                  Demikianlah, semenjak pagi itu isterinya tidak pernah marah lagi. Hari pertama, ketika si alim selesai sholat, dibukanya sajadahnya. Betul di situ terdapat empat dinar uang emas. Dia meloncat kegirangan, isterinya gembira. Begitu juga hari yang kedua. Empat dinar emas. Ketika pada hari yang ketiga, matahari mulai terbit dan dia membuka tikar sajadahnya, masih didapatinya uang itu. Tapi pada hari keempat dia mulai kecewa. Di bawah sajadahnya tidak ada apa-apa lagi keculai tikar pandan yang rapuh. Isterinya mulai marah kerana uang yang kemarin sudah dihabiskan sama sekali.

                  Si alim dengan lesu menjawab, “Jangan khawatir, besok kita bakal mendapatkan delapan dinar sekaligus.” Keesokkan harinya, dengan berharap cemas suami-isteri itu bangun pagi-pagi. Selesai sholat dibuka sajadahnya tetap kosong. “Kurang ajar..! Penipu..!,” teriak si isteri. “Ambil kapak, tebanglah pohon itu.” “Ya, memang dia telah menipuku. Akan aku habiskan pohon itu semuanya hingga ke ranting dan daun-daunnya,” sahut si alim itu.

                  Maka segeralah ia mengeluarkan keledainya. Sambil membawa kapak yang tajam dia memacu keledainya menuju ke arah pohon yang syirik itu. Di tengah jalan iblis yang berbadan tinggi besar tersebut sudah menghadang. Matanya menyorot tajam, “Ingin kemana kamu!!!” hardiknya menggelegar.

                  “Akan kutebang pohon itu,” jawab si alim dengan gagah berani.
                  “Berhenti, jangan lanjutkan.”
                  “Bagaimanapun juga tidak boleh, sebelum pohon itu tumbang.”

                  Maka terjadi kembali perkelahian yang hebat. Tetapi kali ini bukan iblis yang kalah, tapi si alim yang terkulai. Dalam kesakitan, si alim tadi bertanya penuh heran, “Dengan kekuatan apa engkau dapat mengalahkan saya, padahal dulu engkau tidak berdaya sama sekali?”

                  Iblis itu dengan angkuh menjawab, “Tentu saja engkau dahulu boleh menang, kerana waktu itu engkau keluar rumah untuk Allah, demi Allah. Andaikata kukumpulkan seluruh belantaraku menyerangmu sekalipun, aku takkan mampu mengalahkanmu. Sekarang kamu keluar dari rumah hanya kerana tidak ada uang di bawah sajadahmu. Maka biarpun kau keluarkan seluruh kebolehanmu, tidak mungkin kamu mampun menjatuhkan aku. Pulang saja, kalau tidak, kupatahkan nanti batang lehermu.”

                  Mendengar penjelasan iblis ini si alim tadi tertegun. Ia merasa bersalah, dan niatnya memang sudah tidak ikhlas kerana Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Dengan lemas ia pulang ke rumahnya. Dibatalkan niat semula untuk menebang pohon itu. Ia sadar bahwa perjuangannya yang sekarang adalah tanpa keikhlasan karena Allah Subhaanahu Wa Ta’ala, dan ia sadar perjuangan yang semacam itu tidak akan menghasilkan apa-apa selain dari kesia-sia'an. Sebab tujuannya adalah kerana harta benda, melebihi keutamaan karena Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan agama. Bukankah bererti ia telah menyalahgunakan agama untuk kepentingan hawa nafsu semata-mata?
                  “Barangsiapa di antara kamu melihat sesuatu kemungkaran, hendaklah (berusaha) memperbaikinya dengan tangannya (kekuasaan), bila tidak mungkin hendaklah berusaha memperbaikinya dengan lidahnya (nasihat), bila tidak mungkin pula, hendaklah mengingkari dengan hatinya (tinggalkan). Itulah selemah-lemah iman.” (HR: Muslim)

                  Lima Tanda Orang yang Diterima Shalatnya

                  Sudah sering kita mendengar bahwa shalat adalah tiang agama. Shalat adalah amal yang paling pertama ditanya oleh Allah di hari kiamat. Jika shalat kita baik, baiklah seluruh amal perbuatan lainnya. Namun jika shalat kita jelek atau bahkan nol besar, maka buruklah semua perbuatan yang kita jalani, demikian petuah Nabi SAW kepada kita sekalian.

                  Sesekali kita perlu merenung, baikkah shalat yang kita kerjakan? Suatu waktu kita perlu berpikir, apakah shalat kita diterima di sisi-Nya? Bukankah Allah pernah berfirman celakalah orang-orang yang shalat? Siapakah di antara kita yang diterima shalatnya? Dan seperti apa tanda-tanda orang yang diterima shalatnya? Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan ada 5 tanda orang yang shalatnya diterima.
                  1. Dia yang merendahkan diri dengan shalatnya karena kebesaran Allah. Shalat yang diterima adalah shalat yang penuh kerendahan diri di hadapan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Orang yang rendah diri akan mampu merasakan khusyu` dalam hatinya. Jiwanya sadar dan mengerti dengan siapa ia saat ini menghadap.Karena itu, sebelum shalat, yang harus ditata terlebih dahulu adalah hati. Hati itu seperti pohon. Bila dahannya rindang, burung-burung pun senang hinggap di atasnya. Bila hati bercabang pikiran-pikiran dan nafsu pun senang bermain di dalamnya. Shalatlah dengan shalat yang memutuskan perpisahan dari dunia. Allah tidak akan terasa bila urusan dunia menggelayut dalam hati.
                  2. Orang yang tidak menyombongkan diri kepada makhluk Allah. Rasa tawadhu` dengan sendirinya menghilangkan sikap angkuh dan sombong kepada sesama makhluk. Kekuasaan yang ada di genggamannya tidak menyebabkan dirinya lupa daratan lalu berbuat sewenang-wenang karena ia sadar bahwa kekuasan adalah amanat Allah.Orang yang diterima shalatnya adalah orang yang tidak menyombongkan dirinya kepada siapa pun. Meski ia kuasa, pandai, dan kaya. Tidak termasuk orang yang diterima shalatnya kalau bertingkah sombong kepada sesamanya.
                  3. Orang yang tidak mengulangi maksiat kepada Allah. Dalam hidup, sekali waktu kita pernah terjerembab dalam kubangan dosa. Mungkin di antara kita ada yang pernah memalsukan kwitansi jual-beli. Mungkin ada dari kita yang pernah menjadi tukang copet, koruptor, atau penjual kehormatan. Mungkin ada dari kita yang pernah berdusta, menggunjing, berbohong, menebar janji-janji `surga' kepada rakyat saat Pilkada yang tak ditepati. Kenanglah perbuatan masa lalu itu sebelum shalat, lalu lakukan shalat dengan hati taubat dan siap menghadap kepada-Nya.Menangis dan mengemislah kepada Allah, memohon ampunan atas gulungan ombak dosa seraya berucap, “Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah.” Usai shalat, jangan ulangi maksiat yang pernah kita lakukan.
                  4. Orang mengisi sebagian siangnya dengan berzikir kepada Allah. Waktu bagi orang mukmin, amatlah berharga. Manajemen waktu dilaksanakan dengan penuh kedisplinan. Sebagian detik-detiknya ia lalui dengan meladeni Allah, bersimpuh sujud, ingat dan tawakkal kepada-Nya.Nabi yang merupakan sosok dengan keterjagaan dari segala dosa, baik yang telah lewat maupun akan datang, toh beliau tidak jumawah. Beliau beristighfar memohon ampunan kepada Allah tidak kurang 100 kali dalam sehari. Bagaimana dengan kita?
                  5. Orang yang menyayangi orang miskin, orang dalam perjalanan, wanita yang ditinggal suaminya, dan yang mengasihi orang yang ditimpa musibah. Shalat yang dilakukan membekas dalam kehidupan sebagai khalifah Allah yang saling cinta-mencintai, sayang-menyanyangi antara satu dengan lainnya. Ibadah sosial menjadi warna-warni bunga hidupnya yang senantiasa ia berikan kepada siapa saja untuk membahagiakan diri orang lain yang membutuhkan.
                  Bila kelima ciri orang yang diterima shalatnya ini telah terpenuhi, maka kata Allah:

                  “Cahayanya bagaikan cahaya matahari. Aku lindungi dia dengan kekuasaan-Ku. Aku perintahkan malaikat menjaganya. Aku jadikan cahaya dalam kegelapannya. Aku berikan ilmu dalam ketidaktahuannya. Perumpamannya dibandingkan dengan makhluk-Ku yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di surga.”


                  Inilah tanda-tanda orang yang diterima shalatnya. Pertanyaannya, sudah berapa banyak tanda-tanda di atas yang kita miliki?

                  Wa Allahu a’lam.

                  Pasar persaingan monopolistik & Oligopoli

                  Tuesday, October 7, 2014
                  Pasar persaingan monopolistik
                  Pasar persaingan monopolistik adalah suatu bentuk pasar yang didalamnya terdapat banyak penjual (produsen) yang menghasilkan produk yang coraknya berbeda satu sama lain. Model pasar persaingan monopolistic diperkenalkan pertama kali pada tahun 1933 oleh Chamberlin dan Joan Robinson. Pada dasarnya bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang berada di antara dua bentuk pasar yang ekstrem, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli. Hal inilah yang menyebabkan ciri- ciri pasar persaingan monopolistik mirip dengan pasar persaingan sempurna maupun pasar monopoli. Kemiripan dengan pasar persaingan sempurna antara lain terletak pada banyaknya jumlah penjual (produsen), sedangkan perbedaannya terletak pada karakteristik produknya yang berbeda antara satu produsen dengan produsen yang lain (diferensiasi produk).

                  Kemiripan dengan pasar monopoli terletak pada kemampuan perusahaan dalam mempengaruhi harga, sedangkan perbedaannya antara lain terletak pada banyaknya jumlah penjual (produsen).
                  Ciri- ciri pasar persaingan monopolistik adalah seperti di uraian berikut:
                  1. Terdapat banyak penjual (produsen).Seperti halnya pada pasar persaingan sempurna, dalam pasar persaingan monopolistic terdapat banyak produsen. Pada umumnya produsen dalam pasar persaingan monopolistik mempunyai ukuran yang relatif sama. Kondisi ini menyebabkan produksi dari setiap produsen jumlahnya relatif kecil dibandingkan dengan jumlah produksi dalam keseluruhan pasar (industri).
                  2. Karakteristik barangnya berbeda.Meskipun jumlah produsennya banyak, seperti dalam pasar persaingan sempurna, tetapi dalam hal produk yang dihasilkan tidak homogen (berbeda). Dalam pasar persaingan monopolistik, setiap produsen menghasilkan produk yang berbeda (differentiated product) atau terdapat diferensiasi produk. Diferensiasi produk tersebut dapat berupa diferensiasi fisik, misalnya kemasan, bentuk, dan desain maupun diferensiasi kualitas. Adanya diferensiasi produk ini menyebabkan produk yang dihasilkan akan menjadi daya tarik bagi konsumen untuk memilih suatu produk tertentu. Dalam hal ini produk yang dihasilkan bukan merupakan produk yang bersifat substitusi sempurna (perfect substitute) tetapi substitusi dekat (close substitute).
                  3. Penjual mempunyai sedikit kemampuan mempengaruhi harga.Produsen dalam pasar persaingan monopolistik mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi harga, meskipun tidak sebesar pada pasar monopoli. Kemampuan ini sebagai akibat adanya diferensiasi produk yang menyebabkan konsumen lebih memilih pada suatu produk tertentu, meskipun harganya sudah mengalami kenaikan. Sebaliknya produsen yang menurunkan harga tidak dapat dengan mudah menaikkan penjualan produknya.
                  4. Penjual relatif mudah untuk masuk kedalam pasar dan keluar dari pasar.Laba yang dinikmati oleh produsen dalam pasar persaingan monopolistik menarik perhatian produsen lain untuk memasuki pasar. Namun demikian, jika produsen tidak mampu bertahan dalam menghadapi persaingan maka akibatnya harus keluar untuk menghindari kerugian yang semakin besar.
                  5. Persaingan dalam promosi penjualan sangat aktif.Produsen dalam pasar persaingan monopolistik harus aktif melakukan promosi. Hal ini dilakukan untuk menarik konsumen sebagai akibat adanya diferensiasi produk yang dihasilkan masing- masing produsen. Tujuan promosi yang dilakukan produsen adalah untuk memberikan informasi agar konsumen lebih mengenal produk yang ditawarkan sehingga akan mempengaruhi citarasa terhadap produk tersebut, menekankan kualitas suatu produk agar konsumen mengetahui bahwa produk tersebut berkualitas sangat baik dan memelihara hubungan baik dengan konsumen.
                  Pasar oligopoli
                  Pasar oligopoli merupakan pasar yang terdiri dari beberapa penjual (produsen) untuk satu jenis barang tertentu. Jika terdiri dari 2 produsen disebut duopoli.
                  1. Jenis- jenis oligopoli
                  • Oligopoli dengan diferensiasi produk, yaitu antar produsen menghasilkan output yang berbeda.
                  • Oligopoli tanpa diferensiasi produk, yaitu antar produsen menghasilkan output yang sama.
                  2. Penentuan harga dan output
                  • Tinggi rendahnya tingkat diferensiasi produk akan mempengaruhi perilaku produsen dalam menentukan output atau harganya.
                  • Semakin tinggi tingkat diferensiasinya berarti semakin rendah tingkat ketergantungannya (interdependensi) terhadap perusahaan lain. Ini berarti kurva permintaannya tidak tergantung perusahaan lain.
                  • Semakin rendah tingkat diferensiasinya berarti semakin tinggi tingkat ketergantungannya (interdependensi) terhadap perusahaan lain. Ini berarti kurva permintaannya tergantung atau dipengaruhi perusahaan lain.
                  3. Keseimbangan pada pasar oligopoli akan dipengaruhi oleh 2 kemungkinan perilaku penjual.
                  • Setiap penjual tidak akan mengikuti tindakan penjual lainnya, dalam hal menentukan harga.
                  • Setiap penjual akan mengikuti tindakan penjual lainnya, khususnya dalam hal menurunkan harga.
                  Tabel Perbedaan Pasar Monopolistik dengan Pasar Oligopolistik

                  Inisiasi 6 - Persaingan Monopolistik Dan Oligami

                  PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK

                  Harga dan Output Persaingan Monopolistik
                  Pasar persaingan monopolistik mempunyai ciri terdapat cukup penjual dan pembeli produknya terdiferensiasi, ada syarat untuk masuk ke dalam industri. Contoh pada toko-toko kelontong, dan toko-toko obat.

                  Unsur-unsur persaingan monopolistik adalah
                  1. Jumlah perusahaan produsen yang cukup banyak. Kolusi di antara mereka dengan tujuan membatasi output yang diproduksi agar memperoleh harga yang tinggi tidak dapat dilakukan.
                  2. Ada diferensiasi produk. Diferensiasi produk mempunyai dua arti penting yaitu perusahaan pesaing monopolistik mempunyai pengendalian secara terbatas atas harga barang yang diproduksi dan dijual. Para konsumen mempunyai preferensi akan produk yang dijual oleh produsen tertentu dan ia bersedia membeli pada harga lebih tinggi dari barang yang sama yang diproduksi oleh perusahaan lain untuk memenuhi seleranya. Kedua, diferensiasi produk menimbulkan persaingan bukan harga. Dengan diferensiasi produk maka produknya dapat ditonjolkan dengan advertensi dan promosi penjualan sebagai sisi persaingan bukan harga.
                  3. Ada syarat untuk masuk ke dalam industri. Perusahaan yang ada dalam industri membutuhkan anggaran relatif cukup besar untuk mengadakan advertensi guna menunjukkan diferensiasi produk dari produk-produk pesaing. Mereka memegang hak paten (hak merek). Hal ini menimbulkan halangan finansial bagi perusahaan-peprusahaan baru unutk masuk dalam industri tersebut.
                  Perusahaan persaingan monopolistik dalam penentuan harga dan output berusaha memaksimumkan keuntungan dengan berproduksi pada tingkat output dimana MR=MC. Bentuk kurva permintaan pada pasar persaingan monopolistik berlereng menurun tetapi tidak begitu curam. Gambar dibawah ini menunjukkan bahwa perusahaan berproduksi pada output Qx dan menjual dengna harga Px. Keuntungan maksimum total sebesar Px.C dikalikan dengan kuantitas output sebanyak Qx atau luas bidang PxCAB.
                  Gambar diatas menunjukkan perusahaan meminimumkan kerugian dengan memproduksi pada tingkat output dimana MR=MC yaitu sebesar Qx dan dijual dengan harga Px. Kerugian total adalah PxC dikalikan dengan Qx atau luas bidang PxCDE. Perusahaan dapat terus berusaha atau menghentikan produksi dan keluar dari industri tergantung pada posisi kurva biaya variabel rata-rata (AVC) dan bukan pada posisi kurva biaya rata-rata (AC).

                  Bila kerugian lebih kecil dari biaya total maka perusahaan dalam jangka pendek terus berproduksi karena kerugian lebih kecil dari pada ia menghentikan produksi. Bila ia menghentikan produksi maka kerugiannya sebesar biaya tetap yaitu PxCv, tetapi bila ia tetap berproduksi maka kerugian lebih kecil yaitu sebesar PxC yaitu selisih antara biaya rata-rata dengan harga produk.

                  Gambar dibawah menunjukkan keseimbangan jangka panjang perusahaan pesaing monopolistik yang tidak memperoleh keuntungan ekonomis tetapi hanya memperoleh keuntungan normal. Disini harga sama dengan biaya total rata-rata, kuantitas yang diproduksi QX dimana MR=MC, dan kurva AC menyinggung kurva permintaan. Dalam jangka panjang perusahaan baru kemungkinan dapat masuk atau perusahaan lama keluar dari industri.



                  Efek ekonomi dan persaingan bukan harga pada perusahaan pesaing monopolistik
                  • Alokasi input tidak optimal. Perusahaan pesaing monopolistik memproduksi output lebih kecil dari tingkat output paling efisien yang memebrikan biaya rata-rata terendah dan harganya lebih tinggi dari harga pada pasar industri persaingan murni.
                  • Diferensiasi produk dan advertensi. Perusahaan pesaing monopolistik mengadakan diferensiasi produk dan rintangan financial menyebabkan mereka berusaha memperbaiki posisinya dalam jangka panjang agar dapat memeproleh keuntungan ekonomis. Hal ini dilakukan dengan mengadakan pengembangan dan diferensiasi produk serta mengadakan advertensi dan promosi penjualan. Diferensiasi produk dilakukan dengan berbagai tipe, gaya, merek, atau kualitas produk tertentu, yang memberikan manfaat kepada konsumen. Diferensiasi produk merupakan usaha mengubah dan mencocokkan produk dengan permintaan dan selera konsumen. Sedangkan advertensi dan promosi penjualan mencoba membujuk para konsumen mencocokkan permintaan dengan produk yang ditawarkan oleh penjual. Advertensi dapat bersifat informatif atau bersifat kompetitif. Bagi masyarakat keseluruhan terdapat beberapa kebaikan dan keburukan advertensi.

                  PASAR OLIGOPOLI

                  Harga dan Output Oligopoli: Oligopoli Tanpa Kolusi

                  Industri oligopoli adalah bentuk organisasi pasar dimana hanya ada beberapa atau sejumlah kecil produsen saja, dan terdapat banyak sekali konsumen. Dua bentuk industri oligopoli yaitu oligopoli dengan difrensiasi produk dimana produk sebuah perusahaan dibedakan dari produk perusahaan lain. Contohnya industri alat-alat listrik, perakitan sepeda motor dan mobil dan industri rokok. Kedua, industri oligopoli tanpa diferensiasi produk yaitu oligopoli dimna produknya homogen dan tidak dibedakan antara produk perusahaan yang satu dengan produk perusahaan lain. Contohnya industri baja, alumunium, pupuk. Konsep pasar oligopoli seringkali dihubungkan dengan nisbah konsentrasi penjualan. Nisbah konsentrasi penjualan dalam suatu industri adalah persentase penjualan total oleh beberapa, misalnya 4 atau 5 perusahaan terbesar dalam industri terhadap volume penjualan total semua perusahaan.

                  Dalam menganalisis perilaku harga dan output pada pasar oligopoli, perlu dibedakan antara kasus oligopoli dengan kolusi dan kasus oligopli tanpa kolusi. Pada kasus oligopoli dengan kolusi dianalisis model-model maksimisasi keuntungan bersama, kartel, dan model pembagian pasar. Sedangkan pada kasus oligopoli tanpa kolusi akan dibahas model-model permintaan patah, penentuan harga oleh perusahaan dengan biaya terendah, dan model penentuan harga oleh perusahaan dominan.

                  Model kurva permintaan patah dapat digunakan untuk menerangkan mengapa harga jarang berubah dalam industri oligopoli tanpa kolusi. Kurva permintaan patah dapat memberikan petunjuk kepada perusahaan penjual bahwa setiap perubahan harga akan membawa konsekuensi yang lebih buruk. Bila perusahaan oligopolis menaikkan harga harga maka para pembeli akan meninggalkannya dan pada bagian kurva permintaan yang lebih elastis, setiap kenaikan harga justru akan menuurnkan pendapatan total. Bila ia menurunkan harga, volume penjualan hanya naik sedikit saja. Penurunan harga menaikkan pendapatan total namun biaya total juga naik dengan bertambahnya output yang diproduksi dan dijual. Penurunan harga oleh perusahan oligoplis memberikan efek lebih buruk lagi bila para pesaing lain membalas dengan penurunan harga lebih rendah lagi. Hal ini menimbulkan perang harga yang merugikan semua perusahan kecuali para konsumennya.

                  Gambar dibawah ini menunjukkan analisis kurva permintaan patah dimana perusahaan-perusahaan oligopolis mencapai keseimbangan dan memperoleh laba maksimal serta timbulnya ketegaran harga dan kuantitas yang diproduksi. Misalkan kurva permintaan oligopoli yang patah APD dengan garis putus-putus sebagai kurva pendapatan marjinal. Pada tingkat output Qo, pendapatan marjinal terputus sementara kurva permintaan patah pada titik P dengan harga sebesar Po. Perusahaan oligopoli memaksimumkan keuntungan dengan memproduksi pada tingkat output dan harga dimana pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal (MR=MC). Bila kurva biaya marjinal MC1 maka ia akan memproduksi sebanyak Qo pada harga Po, karena disini terjadi perpotongan antar MR dan MC1 yaitu di titik F. Misalkan terjadi kenaikan biaya yang tercermin dalam pergeseran kurva biaya marjinal ke atas dari MR1 ke MR2 maka perusahaan masih akan tetap memproduksi sebesar Qo dan menjual dengan harga Po serta tetap memperoleh keuntungan maksimum karena kurva MR berpotongan dengan kurva MC2 di titik E.

                  Harga dan Output Oligopoli: Oligopoli Dengan Kolusi

                  Pada industri oligopoli, misalkan perusahaan X mempunyai dua perusahaan pesaing. Perusahaan X ini menentukan harga dan output pada tingkat MR=MC pada harga P0 dan Q0. Bila perusahaan pesaing bereaksi dengan menetapkan harga lebih rendah dari P0 maka kurva permintaan yang dihadapi perusahaan X bergeser ke kiri karena para pelanggan potensial beralih dan membeli produk perusahaan-perusahan yang menawarkan harga lebih rendah. Bila perusahaan X membalas dengan menawarkan harga lebih rendah lagi, sehingga hal ini akan menimbulkan perang harga dan menggeser kurva-kurva permintaan meerka ke kiri, menurunkan keuntungan bahkan mungkin mereka menderita kerugian. Hal ini tidak akan terjadi bila mereka terdorong mengadakan kolusi unutk menetapkan harga yang sama hingga mereka memperoleh keuntungan maksimal.

                  Bentuk lain kolusi dalam oligopoli adalah kartel dan persetujuan pembagian pasar. Kartel merupakan kolusi perusahaan-perusahaan oligopolis untuk mengontrol harga serta kuantitas yang diproduksi dalam industri demi kepentingan perusahaan anggota. Bentuk kartel bisa berupa kartel harga dan pembagian pasar. Kartel harga yaitu dengan menetapkan harga bersama dimana perusahaan-perusahaan anggota tidak diijinkan menjual di bawah harga yang ditetapkan bersama. Sedangkan pembagian pasar secara geografis dimana pasar dibagi kepada masing-masing perusahaan dan mereka hanya boleh menjual produk di daerah pemasaran masing-masing dan tidak diperkenakan menjual di daerah pemasaran perusahaan lain. Kelangsungan kartel dipengaruhi oleh sejauh mana kartel dapat memaksakan dan mengawasi harga penjualan yang telah disetujui oleh para anggota. Produsen barang sejenis yang tidak menjadi anggota kartel mengancam kelangsungan hidup kartel tersebut. Munculnya barang subtitusi dapat melemahkan kedudukan dan kelangsungan kartel yang bersangkutan karena ia tidak bisa lagi mengawasi pasar sepenuhnya.

                  Halangan-halangan yang menyebabkan perusahaan-perusahaan dalam industri oligopli sulit mempertahankan kolusi adalah halangan yang bersifat hukum, terlalu banyak perusahaan yang ada dalam industri oligopoli, dan kecurangan harga.

                  Persaingan harga dalam industri oligopoli selalu dihindari karena hal ini merugikan semua perusahaan dalam industri tersebut. Persaingan bukan harga lebih dapat memberikan manfaat berupa variasi produk dan perbaikan teknik produksi serta advertensi karena tidak segera dapat ditiru oleh perusahaan-perusahaan pesaing. Selain itu, para konsumen lebih sadar dan lebih memperhatikan kualitas produk serta advertensi daripada perubahan harga. Faktor lain yang menunjang pada persaingan bukan harga adalah kenyataan pada umumnya perusahaan-perusahaan oligopolis mempunyai sumber-sumber finansial yang cukup guna menopang kampanye advertensi dan pengembangan produk.

                  Karena perusahaan-perusahaan oligopoli lebih memusatkan pada persaingan bukan harga maka hal ini mendorong mereka mengadakan pengembangan teknik produksi serta perbaikan kualitas produk. Akibatnya terjadi penurunan biaya per satuan output serta kenaikan permintaan bila disertai dengan advertensi. Selain itu terdapat dorongan kuat dalam industri oligopoli untuk memacu kemajuan teknologi guna mempertahankan dan mengembangkan usaha terutama dalam situasi perang harga yang tidak dapat dihindari.



                  Diskusi 6
                  Silahkan Anda diskusikan materi inisiasi tentang PERSAINGAN MONOPOLISTIK DAN OLIGOPOLI paling lambat lakukan diskusi sebelum tanggal 12 Oktober 2014 pada pukul 20.00 wib.

                  Sumber : http://student.ut.ac.id/

                  Inisiasi 6 - Akuntansi Perseroan 2

                  1.KLASIFIKASI MODAL

                  Klasifikasi modal saham dalam neraca harus diungkapkan dengan jelas. Penyajian modal saham dengan neraca harus mengungkapkan berapa jumlah modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal yang ada dalam portofolio. Selisih antar jumlah yang disetor pemegang saham dengan nominal saham dixatat sebagai Premium Modal Saham. Nama lain dari akun ini adalah Agio Modal Saham. Akun Modal Sumbangan digunakan untuk menampung sumbangan-sumbangan yang diterima perseroan. Aktiva yang diterima sebagai sumbangan dinilai sebesar harga pasar dari aktiva tersebut diterima perusahaan.

                  Modal ditempatkan (modal statutair) atau disebut sebagai investasi pemegang saham (shareholder investment) adalah jumlah modal yang disebut dalam akte pendirian perseroan dan merupakan jumlah maksimum, atau modal ditempatkan itu merupakan jumlah total dari dua sumber utama modal para pemegang saham.

                  Sumber utama modal ditempatkan (modal statutair) adalah sebagai berikut :
                  1. Modal yang disetorkan oleh pemegang saham dan pihak-pihak lain yang disebut dengan modal disetor (paid in capital). Sumber utama modal disetor ini dari penerbitan saham-saham atau sertifikat saham yang dapat dimiliki oleh masyarakat. Ada 2 jenis/kelas saham yaitu saham biasa dan saham preferen. Modal yang disetorkan oleh pemegang saham ini dicatat dalam akun yang terpisah bagi masing-masing jenis/kelas saham, apabila hanya terdapat satu jenis saham atau satu kelas saham maka akun tersebut diberi nama saham biasa (common stock) atau modal saham (capital stock). Sumber modal disetor lain bisa berasal dari sumbangan (donasi) aktiva dari kelompok masyarakat atau pemerintah daerah yaitu berupa tanah atau bangunan sebagai insentif agar perseroan tersebut berlokasi pada komunitasnya. Modal disetor ini dengan Modal Sumbangan.
                  2. Laba bersih yang ditahan dalam perusahaan, yang dinamakan dengan laba ditahan (retained earnings). Laba ditahan berasal dari operasi perusahaan. Laba bersih meningkatkan laba ditahan sementara dividen mengurangi laba ditahan, jadi laba ditahan mencerminkan laba bersih kumulatif perseroan yang belum didistribusikan kepada para pemegang saham sebagai dividen. Saldo Laba ditahan ini tidak boleh diintreprestasikan sebagai kas yang tersisa setelah dividen dibagikan karena laba yang ditahan dalam bisnis dan bagian kas dari laba tersebut biasanya digunakan oleh pihak manajemen apabila perusahaan membutuhkan modal yang lebih banyak untuk memperbaiki atau memperluas operasi perusahaan. Namun untuk membedakan laba ditahan yang bebas digunakan dan yang dibatasi penggunaannya dibuat akun khusus yang diberi nama sesuai dengan maksud diadakan penyisihan tersebut. Apabila perusahaan menyisihkan laba ditahan untuk ekspansi perusahaan, maka akun tersebut diberi nama “penyisihan ekspansi perusahaan”. Apabila dalam perseroan terdapat akun penyisihan maka laporan laba yang ditahan dibagi menjadi dua bagian, yaitu : (1) menjelaskan bagian laba yang ditahan disisihkan, dan (2) menjelaskan bagian laba yang penggunaannya tidak dibatasi dan jumlah dari kedua bagian ini kemudian disajikan dalam neraca.
                  2.JENIS DIVIDEN

                  Dividen adalah pembagian laba yang dilakukan oleh suatu perseroan kepada para pemegang saham. Dividen dibagikan dalam jumlah yang sama untuk setiap lembar sahamnya dan besarnya dividen yang diumumkan oleh Dewan Komisaris tergantung pada sisa keuntungan setelah dikurangi dengan potongan-potongan yang ditentukan dalam akte pendirian dan juga tegantung dari keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS). Pembayaran dividen biasanya diumumkan melalui surat-surat kabar dan dapat diperoleh dengan menukarkan tanda dividen kepada perseroan yang bersangkutan. Suatu perseroan harus memenuhi 3 (tiga) kondisi berikut ini agar dapat membayar dividen, yaitu :
                  1. laba ditahan yang mencukupi 
                  2. kas yang memadai dan 
                  3. tindakan formal dari dewan komisaris.
                  Dividen dibedakan menjadi 2 (dua) berdasarkan bentuknya, yaitu :
                  • Dividen Tunai (cash divident), dividen tunai adalah distribusi laba atau dividen dalam bentuk kas dan biasanya dinyatakan dalam rupiah atau presentase. Laba ditahan yang besar atau tinggi tidak selalu berarti sebuah perseroan memiliki kas yang banyak dan mampu membayar dividen tunai. Direksi akan mempertimbangkan faktor-faktor berikut dalam menentukan besarnya dividen :
                  1. Posisi modal kerja perusahaan 
                  2. Sumber-sumber yang diperlukan untuk rencana perluasan operasi (ekspansi) atau penggantian fasilitas. 
                  3. Tanggal jatuh tempo utang yang besarnya cukup berarti 
                  4. Prospek usaha dimasa depan dan ramalan perekonomian dan industri di masa depan.
                  Sebenarnya Dewan Komisaris suatu perseroan tidak diwajibkan oleh undang-undang untuk mengumumkan dividen, seringkali perseroan tetap mengumumkan dividen dan mempertahankan catatan dividen yang stabil meskipun keadaan perseroan tersebut tidak stabil, hal ini dilakukan agar para investor tidak pindah ke perseroan lain. Pada pengumuman dividen mencakup tiga tanggal penting, yaitu : tanggal pengumuman, tanggal pencatatan, dan tanggal pembayaran.
                  • Dividen Saham (stock dividen), dividen saham adalah distribusi dividen tidak dalam bentuk kas melainkan saham kepada para pemegang saham. Dividen saham dapat juga diberikan dalam bentuk saham biasa kepada para pemegang saham preferen atau berupa saham preferen kepada para pemegang saham biasa. Dividen saham ini juga merupakan penanaman kembali laba yang diperoleh perusahaan guna membeli fasilitas baru atau ekspansi kegiatan perusahaan.
                  Membuat jurnal atau pencatatan transaksi dividen

                  Dalam membuat jurnal atau pencatatan transaksi pada kedua jenis dividen tersebut secara garis besar sama, yang pertama pencatatan atau ayat jurnal pada saat pengumuman dividen adalah dengan mendebit dividen sebesar nilai wajar (harga pasar) saham yang diterbitkan dan mengkredit utang dividen bagi jenis saham yang bersangkutan sebesar nilai nominal atau nilai ditetapkan saham biasa yang diterbitkan. Selisih antara nilai wajar saham dengan nilai yang ditetapkan atau nilai nominal dicatat sebagai premium modal saham atau nama lainnya Agio modal saham. Kedua pencatatan atau ayat jurnal pada saat saham diterbitkan pada tanggal pembayaran dividen maka dividen saham yang dapat didistribusikan didebit dan saham biasa dikredit sebesar nilai nominal atau nilai ditetapkan saham yang diterbitkan.

                  Sumber : http://student.ut.ac.id/

                  ANOVA

                  Analisis varians (analysis of variance, ANOVA) adalah suatu metode analisis statistika yang termasuk ke dalam cabang statistika inferensi. Dalam literatur Indonesia metode ini dikenal dengan berbagai nama lain, seperti analisis ragam, sidik ragam, dan analisis variansi. Ia merupakan pengembangan dari masalah Behrens-Fisher, sehingga uji-F juga dipakai dalam pengambilan keputusan. Analisis varians pertama kali diperkenalkan oleh Sir Ronald Fisher, bapak statistika modern. Dalam praktek, analisis varians dapat merupakan uji hipotesis (lebih sering dipakai) maupun pendugaan (estimation, khususnya di bidang genetika terapan).

                  Secara umum, analisis varians menguji dua varians (atau ragam) berdasarkan hipotesis nol bahwa kedua varians itu sama. Varians pertama adalah varians antarcontoh (among samples) dan varians kedua adalah varians di dalam masing-masing contoh (within samples). Dengan ide semacam ini, analisis varians dengan dua contoh akan memberikan hasil yang sama dengan uji-t untuk dua rerata (mean).

                  Analisis varians relatif mudah dimodifikasi dan dapat dikembangkan untuk berbagai bentuk percobaan yang lebih rumit. Selain itu, analisis ini juga masih memiliki keterkaitan dengan analisis regresi. Akibatnya, penggunaannya sangat luas di berbagai bidang, mulai dari eksperimen laboratorium hingga eksperimen periklanan, psikologi, dan kemasyarakatan

                  Ada tiga kelas konseptual model seperti:
                  • Model efek tetap berasumsi bahwa data berasal dari populasi normal yang mungkin berbeda hanya dalam kemampuan mereka. (Model 1)
                  • Model efek acak berasumsi bahwa data yang menggambarkan hierarki populasi yang berbeda yang perbedaan dibatasi oleh hirarki. (Model 2)
                  • Model efek campuran menggambarkan situasi di mana baik tetap dan efek acak hadir. (Model 3)

                  Sesuai dengan kebutuhannya Anova dibedakan menjadi 2 yaitu Anova satu arah dan Anova dua arah. Anova satu arah hanya memperhitungkan 1 faktor yang menimbulkan variasi, sedangkan Anova dua arah memperhitungkan dua faktor yang menimbulkan variasi.

                  Pada dasarnya pola sampel dapat dikelompokan menjadi dua kelompok, yaitu:
                  1. Seluruh sampel, baik yang berada pada kelompok pertama sampai dengan yang ada di kelompok lain, berasal dari populasiyang sama. Untuk kondisi ini hipotesis nol terbatas pada tidak ada efek dari treatment (perlakuan).
                  2. Sampel yang ada di kelompok satu berasal dari populasi yang bebeda dengan populasi sampel dengan populasi sampel yang ada di kelompok lainnya.
                  Mengingat Anova berkaitan dengan pengujian hipotesis multipel (ganda). Pada saat melakukan pengujian hipotesis (perbedaan dua rata-rata) dengan menggunakan t tes selalu menanggung kesalahan tipe 1 sebesar alpha. Untuk ANOVA kesalahan tipe 1 disebut dengan experiment wise alpha level yang besarnya:
                  1-(1-α)N
                  N Merupakan banyaknya tes jika menggunakan t tes (dilakukan satu per satu)

                  PERBANDINGAN ANOVA SATU ARAH DENGAN ANOVA DUA ARAH

                  Sebenarnya analisis ANOVA satu arah dapat dipakai untuk menghadapi kasus variabel bebas lebih dari satu. Hanya saja analisisnya dilakukan satu per satu, sehingga akan menghadapi banyak kasus ( N semakin banyak ).
                  Dengan melakukan Anova dua arah akan dihindari pula pula terjadinya noise (suatu kemungkinan yantg menyatakan terdapat suatu efek karena bercampurnya suatu analisis data). Noise ini dapat dihindari pada ANOVA dua arah karena analis disini melibatkan kontor terhadap perbedaan(katagorikal) variabel bebas.
                  Interaksi suatu kebersamaanantar fektor dalam mempengaruhi variabel bebas, dengan sendirinyapengaruh faktor-faktor secara mandiri telah dihilangkan. Jika terdapat interaksi berarti efek faktor satu terhadap variabel terikatakan mempunyai garis yang tidak sejajar dengan efek faktor lain terhadap variabel terikatsejajar (saling berpotongan), maka antara faktor tidak mempunyai interaksi.
                  Anova dua arah digunakan peneliti untuk mengatasi perbedaan nilai variabel terikat yang dikategorikan berdasarkan variasi bebas yang banyak dan masing-masing variabel terdiri dari beberapa kelompok. Anova dua arah merupakan penyempurnaan Anova satu arah.
                  Anova dua arah lebih efisien daripada anova satu arah, karena:
                  • kasus yang dihadapi lebih sedikit yaitu sejumlah sampel .
                  • noise dapat dihilangkan.
                  • dapat diketahui unsur kebersamaan variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat.

                  Pengendalian Rapat

                  Monday, October 6, 2014
                  PENGENDALIAN RAPAT
                  1. Pengendalian rapat secara bebas terbatas ( Over Head )
                  2. Adalah pengendalian rapat dengan cara membiarkan para peserta berbicara secara bergantian, mengadu argumentasi dan berlangsung tanpa pimpinan rapat. Pimpinan rapat hanya memperhatikan untuk mengambil inti pembicaraan dan setelah dipandang cukup pimpinan segera mengambil kesimpulan untuk dijadikan keputusan.
                  3. Pengendalian rapat secara ketat ( Closed Controlled )
                  4. Peserta hanya boleh berbicara, bertanya atau menjawab dengan seizin pimpinan rapat dan bila perlu waktu dibatasi.
                  5. Pengendalian rapat secara kombinasi ( 1 dan 2 )
                  Cara pengendalian rapat secara bebas terbatas dan secara ketat, digunakan secara bergantian disesuaikan dengan situasi jalannya rapat

                  TEKNIK PENYELENGGARAAN RAPAT
                  Setelah peserta rapat berkumpul, maka rapat dibuka oleh pembawa acara rapat ( MC ) dengan ucapan terima kasih atas kehadiran peserta rapat dan sekaligus membacakan susunan acara rapat dan tata tertib selama rapat berlangsung. Setelah itu pembawa acara menyerahkan rapat pada pimpinan rapat.

                  Menjadi pimpinan rapat tidak semudah yang dibayangkan, dimana pimpinan harus mampu mendorong dan menciptakan partisipasi aktif anggota, bertanggung jawab atas rapat yang diadakan dan pimpinan tidak boleh mendominasi pembicaraan dalam rapat demi tercapainya tujuan rapat. Pemimpin rapat harus bisa menciptakan rasa aman, suasana persaudaraan, saling membuka diri dan tidak ada kesan sikap otoriter, mempunyai keterampilan berkomunikasi untuk mendukung peserta yang pasif, dan mendorong kelompok untuk mengambil keputusan bersama.

                  Pimpinan rapat yang baik adalah pimpinan yang dapat memberikan keleluasaan peserta untuk Berbicara spontan, dengan suasana yang santai membuat peserta tidak ragu- ragu untuk mengeluarkan pendapatnya. Menemukan gagasan yang cemerlang. Menyampaikan opini yang tidak sejalan dengan pimpinan karena meraka merasa pimpinan tidak mengekang pendapatnya bahkan memberi kebebasan dalam beragumen. Mencapai keputusan bersama tanpa selalu meminta pemimpin sebagai penentu akhir.
                  Rapat akan menjadi efektif bila :
                  1. Ketergantungan peserta rapat pada pimpinan tidak besar.
                  2. Tidak ada perbedaan menyolok antara pimpinan dan peserta rapat.
                  3. Kesadaran pimpinan akan pentingnya partisipasi peserta rapat.
                  Langkah-langkah dalam menegefektifkan rapat
                  Perencanaan dan Persiapan Rapat

                  1.Apakah Rapat diperlukan ?
                  Berikut ini ada beberapa alasan kenapa orang mnyelenggarakan rapat yang semestinya
                  tidak diperlukan.
                  • Temukan apa yang terjadi
                  • Anda memerlukan keputusan yang cepat
                  • Rapat kuartalan/Bulanan/Mingguan
                  • Anda ingin melibatkan setiap orang
                  • Menyampaikan informasi yang tidak kontroversi
                  2.Siapa yang harus diundang?
                  Orang-orang yang perlu diundang dalam rapat ialah yang :
                  • Perlu memberikan persetujuan
                  • Punya keahlian atau informasi yang diperlukan
                  • Punya keahlian dan intelegensia untuk membantu kelompok menghasilkan gagasan yang dibuat
                  • Akan melaksanakan keputusan
                  • Akan mendorong gagasan anda untuk rapat itu
                  • Akan memberikan kontribusi olh hasilnya
                  • Secara langsung akan terpengaruh.
                  3.Informasi Latar Belakang
                  4.Menciptakan sebuah agenda
                  5.Agenda sangat besarefektivitasnya dalam mengorganisir dan meluruskan rapat,tetapi jarang digunakan secara efektif.
                  6.Mengantisipasi dan mencegah masalah.


                  Kita harus mengantisipasi beberapa hal sebagai berikut :
                  • Orang-orang yang bermasalah
                  • Topik-topik panas

                  Agenda Rapat
                  Agenda yang bagus dapat menyelesaikan setengah dari pekerjaan anda, bahkan sebelum
                  rapat dimulai.
                  1.Menilai butir-butir agenda
                  • menilai Permasalahan
                  • menilai Tujuan, apakah untuk memberikan informasi?, diskusi? Atau memutuskan?
                  • menilai Kpentingan rapat
                  2.Butir-butir standar
                  • Notulen rapat terakhir
                  • Meminta maf karena tidak hadir
                  • Permasalahan-permasalahan
                  • Lain-lain
                  • Tangal dan waktu berikutnya
                  • Urutan
                  • Hal paling penting pertama
                  • Hal kurang penting pertama
                  • masalah-masalah rutin.
                  3.Penentuan waktu
                  • Menjaga agar rapat tetap pada jalur
                  • memberi tahu setiap orang bahwa waktu itu terbatas
                  • Rapat dapat lebih mudah dikendalikan
                  • Memotivasi orang
                  • Ada tujuan yang dapat diselesaikan.
                  4.Menulis Agenda
                  Contoh agenda rapat
                  No Butir Tujuan Tanggungjawab Waktu
                  Pertanyaan2 Diskusi/infornmasi/keputusan Semua/perorangan 5 menit

                  5.Memimpin Rapat
                  • Merencanakan dan Persiapan
                  • Membuka Rapat
                  • Penyampaian agenda
                  • Penyampaian butir rapat
                  • Penyampaian tujuan
                  6.Diskusi dan Partisipasi
                  • Memotivasi
                  • Mendengarkan
                  • Mengendalikan
                  7.Mendapat Kesepakatan dan Persetujuan
                  8.Menilai Keberhasilan (menutup rapat)
                  9.Menilai Ulang Rapat
                  • Biaya Rapat
                  • Mengambil Tanggungjawab
                  • Memikirkan ulang rapat
                  • Penyebab kegagalan rapat
                  • Beberapa perangkat di bawah ini dapat membantu supaya rapat lebih efektif
                  • Agenda
                  TEKNIK MENGAJUKAN PENDAPAT
                  Seorang pimpinan rapat hendaknya dapat mengendalikan rapat dan pandai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada peserta rapat. Dalam hal ini pimpinan harus menguasai teknik bertanya.

                  Teknik bertanya akan berhasil bila pertanyaan dari peserta rapat mempunyai nilai tambah dan berisi ide-ide yang berguna.
                  Pada dasarnya ada 4 teknik bertanya :
                  1. Pertanyaan langsung ( direct question ).Yaitu pertanyaan yang ditujukan langsung pada seorang peserta rapat. Pertanyaan ini dapat diajukan bila pimpinan mengetahui bahwa orang yang ditunjuk dapat menjawab pertanyaan tersebut. 
                  2. Pertanyaan tidak langsung ( overhead question ).Yaitu pertanyaan yang ditujukan kepada semua peserta, dimana pimpinan menebar pandangannya ke segala penjuru. 
                  3. Pertanyaan mengembalikan ( reverse question ).Pertanyaan yang diajukan kepada seorang peserta yang mengajukan pertanyaan tersebut. 
                  4. Pertanyaan dilemparkan ( Relay question ).Pertanyaan yang diajukan kepada seseorang atau sekelompok orang dimana pimpinan mengharapkan jawaban dari pertanyaan yang telah diajukan sebelumnya.
                  Tujuan dari pelemparan kembali pertanyaan adalah :
                  1. Untuk merangsang diskusi dalam rapat.
                  2. Membahas masalah secara lebih terperinci dan terbuka.
                  3. Menuju ke arah kesepakatan bersama.
                  Menurut kacamata hasilnya rapat dibagi dua macam:
                  1. Bersifat mengikat :
                  Kongres Suatu rapat yang diadakan oleh orang-orang tertentu.
                  Musyawarah untuk memutuskan sesuatu yang hasilnya mengikat peserta rapat Muktamar . Konferensi
                  Rapat Suatu rapat yang diadakan oleh suatu organisasi
                  Musyawarah kerja membicarakan masalah-masalah program kerja. Konferensi kerja yang sudah dilaksanakan dan menentukan langkah lanjutan
                  Perundingan : suatu rapat yang membicarakan secara mendalam
                  2. Bersifat tidak mengikat:

                  1. DEBAT : Diskusi yang dilakukan secara mendetail tentang suatu masalah. Contoh : perbedaan pendapat tentang kasus Ambon
                  2. POLEMIK : Diskusi yang dilakukan tentang hal bertentangan dan biasanya dilakukan secara tertulis. Contoh : Polemik tentang pealarangn siswa ber-Jilbab di SMK Negeri 3 Denpasar.
                  3. DISKUSI PANEL : Suatu diskusi yang dilakukan oleh beberapa orang dan diikuti oleh sejumlah masa. Yang dibahas tentang sesuatu topik, pembahasannya dari berbagai aspek. Contoh : Diskusi panel tentang pengembangan universitas. Dapat ditinjau dari segi kemahasiswaan. Pendidikan dan pengabdian masyarakat.
                  4. SIMPOSIUM : Sama dengan diskusi panel tapi jangkauannya lebih luas.Tidak mengambil keputusan tapi mengumpulkan pandangan-pandangan,Bersifat lebih formal . Contoh : Simposium prospek ekonomi Indonesia tahun 2003.
                  5. TEMU KARYA : Forum tukar pengalaman tentang hal-hal yang bersifat teknis. Contoh: temu karya pengembangan ternak sapi.
                  6. SEMINAR : Suatu diskusi membicarakan suatu masalah secara alamiah didampingi ahli. Contoh : Seminar Guru dengan tema “Meningkatkan Peranan Guru Untuk Menyongsong Otonomi Daerah”.
                  7. LOKA KARYA : Suatu diskusi yang diadakan oleh sejumlah orang yang memiliki keahlian tertentu (bergerak dibidang tertentu) dengan maksud dan tujuan untuk menyempurnakan konsep/sistem yang ada. Contoh : Lokakarya sistem pendidikan di SMK
                  8. SARASEHAN : Suatu forum terbuka untuk menyampaikan perasaan/unek-unek. Contoh Sarasehan Seniman Samarinda tentang pemasungan kreatifitas.
                  9. TEMU WICARA : Forum tempat menyalurkan ide-ide, unek-unek, usul biasanya dengan pejabat. Contoh : Temu Wicara petani dengan Ibu Megawati.
                  10. PENATARAN : Kegiatan pendidikan dalam rangka menyempurnakan/ meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Contoh : penataran pengurus OSIS Se Samarinda.
                  11. PENLOK (Penataran Lokakarya) : Kegiatan Pendidikan dalam rangka meningkatkan pengetahuan sambil menyempurnakan konsep pengetahuan yang bersifat teknis.
                  Perencanaan Rapat
                  Bantuan seorang sekretaris dalam merencanakan rapat memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan produktivitas rapat. Untuk itu langkah-langkah yang perlu mendapat perhatian Sekretaris dalam merencanakan rapat yang sifatnya resmi adalah :
                  1.Persiapan Ruangan dan Tata Ruang rapat.
                  Ruangan untuk menyelenggarakan rapat resmi sangat menentukan kelancaran jalannya rapat. Adalah menjadi tugas Sekretaris dalam untuk mempersiapkan ruangan rapat. Untuk rapat yang bersifat rutin biasanya diselenggarakan di Operation Room atau Conference Room yang telah ada di lingkungan kantor. Jika rapat diselenggarakan di Hotel Sekretaris harus pesan kepada Manajer Hotel agar tempat, waktu, tanggal telah dipasang dipapan pengumuman. Papan pengumuman hendaknya diletakkan pada tempat yang mudah diketahui. Biasanya pihak hotel telah memperispakan spanduk misalnya : “Selamat Datang Para Peserta Rapat …. . Sehari sebelum rapat dimulai sekretaris perlu mengadakan “general check” terlebih dahulu agar segalanya bisa dipersiapkan sebaik-baiknya. Persiapkan pula Tata Ruang (Lay out) rapat berdasarkan pertimbangan : Jumlah partisipan,Hubungan masing-masing partisipan,Level keintiman,Jenis rapat (diskusi, presentasi, kuliah dll).Apakah Anda ingin meningkatkan atau memperkecil interaksi
                  2.Persiapan Aministrasi 
                  • membuat Surat Undangan rapat.Persiapan surat Undangan sebaik-baiknya dan disampaikan paling lambat tiga hari sebelum penyelenggaraan rapat. Dalam surat undangan memuat hari, tanggal, jam, waktu dan acara rapat. 
                  • menyusun acara /agenda rapat. Susunlah acara rapat secara tepat, secara berurutan dengan membuat pokok pokoknya saja, dan perhitungkan waktu yang dirinci jam atau menitnya. 
                  • menyusun daftar Hadir.Buatlah daftar hadir untuk peserta rapat. Daftar hadir bisa berupa buku tamu bisa juga berupa lembaran biasa.Guna daftar hadir untuk mengetahui jumlah peserta rapat dan sebagai dokumentasi. 
                  • Mempersiapkan bahan rapat
                  Bahan rapat yang perlu dipersiapkan jauh sebelum rapat diadakan bisa berupa :
                  • Hasil rapat yang lalu
                  • Hasil kertas kerja para peserta yang akan dibahas
                  • Peraturan-peraturan yang diperlukan
                  • Bahan-bahan penerbitan yang berkaitan dengan materi rapat
                  • Alat-alat tulis, flip chart, marker, penngaris, blok note, pensil dan sebagainya
                  3.Persiapan peralatan rapat
                  Sekretaris perlu menginventarisasi alat-alat yang digunakn untuk keperluan rapat seperti :
                  1. Papan dan alat tulis
                  2. Flip chart yaitu kertas-kertas yang digantung lengkap dengan markernya
                  3. OHP, slide lengkap dengan layarnya dengan program Microsoft PowerPoint.
                  4. Sound system, tape recorder
                  5. Map atau tas untuk tempat bahan-bahan rapat
                  6. Block note, ballpoint
                  7. Tustel handycam untuk mengabadikan rapat
                  8. Membuat catatan hasil rapat (notulis)
                  NOTULA
                  Notula adalah catatan laporan singkat tentang pembicaraan atau keputusan dalam rapat. Notula berfungsi sebagai bukti telah diadakan rapat, sumber informasi bagi peserta rapat, landasan bagi rapat berikutnya, alat pengingat peserta rapat.
                  Maksud pembuatan notula adalah agar apa yang telah dibahas dalam rapat baik rapat untuk pemecahan masalah atau rapat untuk pengambilan keputusan dapat menjadi acuan bagi rapat selanjutnya. Dan bagi peserta rapat yang tidak hadir, notula dapat menjadi informasi atas materi yang dibahas dan kesimpulan yang diperoleh. Notula dapat juga untuk melihat perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu. Notula dapat dibagikan kepada peserta rapat bila telah disetujui oleh pimpinan. Notula dibuat oleh sekretaris organisasi atau seseorang yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas itu, dan posisi duduknya dekat pimpinan agar sekretaris dapat menebar pandangan ke seluruh peserta.

                  Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan notula :
                  1. Ringkas tapi jelas dan lengkap sehingga mudah dipahami dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda.
                  2. Dibuat bukan berdasarkan pemikiran notulis 
                  3. Bila ada usulan dan tanggapan terhadap masalah, dapat dipisahkan cara penulisannya agar tidak membingungkan.
                  4. Dalam penyusunan notula dibedakan mana saja materi yang berupa penyajian informasi, materi yang menyangkut pertimbangan khusus, serta materi yang berupa keputusan
                  5. Menggunakan bahasa yang lugas dan langsung pada pokok pembicaraan
                  Notula yang dibuat saat rapat berlansung merupakan notula awal. Notula ini perlu disempurnakan dengan tidak mengubah isi materi semula, kemudian diketik rapi dan dimintakan persetujuan pada pimpinan untuk menjadi notula akhir.
                  Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan notula :
                  1. Bila rapat tersebut rapat rutin, sebaiknya diberi nomor urut rapat, bulan, dan tahun rapat. Misalnya : Rapat Pengurus Yayasan Amal Maret 2007.
                  2. Perlu diinformasikan pada judul notula rapat; apakah rapat tersebut merupakan rapat pemberian informasi, rapat pemecahan masalah atau rapat pengambilan keputusan.
                  3. Susunan notula lengkap : dari judul sampai penutup diakhiri dengan tanda tangan pimpinan dan notulis rapat.Walaupun notula dibuat ringkas, namun setiap peserta yang berbicara perlu disebutkan namanya, misalnya Ibu Meynar memberikan usulan tentang .........
                  4. Keputusan yang diambil dalam rapat hendaknya dicatat secara lengkap
                  5. Waktu dimulai dan berakhirnya rapat dituliskan dalam notula
                  Persiapan dalam pembuatan notula :
                  1. Sediakan alat tulis dan kertas, tapi sekarang sudah umum digunakan Personal Computer ataupun Note Book atau Laptop untuk penyusunan notula.
                  2. Sediakan kaset rekaman bila ada pembicaraan yang tidak dapat ditulis.
                  3. Memahami prosedur rapat sebelum rapat dimulai
                  4. Sediakan buku-buku referensi yang menunjang materi rapat
                  Isi Notula Rapat
                  1. Judul notula beserta nama organisasi atau unit organisasi yang menyelenggarakan rapat.
                  2. Hari, tanggal, tempat serta waktu dimulai dan berakhirnya rapat.
                  3. Pemimpin rapat
                  4. Sifat rapat.
                  5. Nama peserta baik peserta yang hadir maupun yang tidak hadir.
                  6. Penyempurnaan notula rapat sebelumnya dan pengesahannya.
                  7. Susunan Acara rapat /agenda rapat (tulis secara berurutan)
                  8. Jalannya rapat (pembukaan sampai dengan penutup)
                  9. Ringkasan jalannya rapat.
                  10. Hasil rapat.
                  11. Hal-hal yang dibicarakan dalam rapat.
                  12. Tempat, tanggal, bulan dan tahun pemnuatan
                  13. Catatan khusus.
                  14. Nama dan tandatangan pimpinan dan notulis rapat dibagian akhir.
                  15. Pembuat notula (sekretaris) 16. Pengesahan notula oleh ketua rapat